Dipicu Kehilangan Uang Berulang, Oknum Guru SD di Jember Telanjangi Siswa
Dinas Pendidikan Kabupaten Jember mengungkap kronologi kasus dugaan pelanggaran yang dilakukan seorang guru sekolah dasar di wilayah Jember, yang sempat viral di media sosial. Aksi penelanjangan siswa tersebut ternyata dipicu kehilangan uang berulang.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, Arief Cjahyono, menjelaskan peristiwa tersebut bermula dari kehilangan uang yang dialami guru bersangkutan. Menurut keterangan guru, kejadian kehilangan uang bukan pertama kali terjadi, namun sudah berulang.
“Itu bukan kejadian yang pertama, uangnya sudah beberapa kali hilang. Yang terakhir ini yang membuat beliau emosi,” katanya, Senin, 10 Februari 2026.
Arief menyebut, pada kejadian terakhir, uang yang hilang senilai Rp75.000. Uang tersebut memiliki nilai emosional bagi guru karena merupakan uang mahar pernikahan yang disimpan di dalam dompet.
“Uang itu uang mahar, istilahnya uang bersejarah bagi beliau. Itu yang membuat emosi memuncak,” ujarnya.
Kejadian bermula saat guru meninggalkan kelas untuk ke kamar kecil. Guru tersebut diketahui memiliki riwayat sakit jantung dan rutin mengonsumsi obat, sehingga sering izin ke kamar kecil saat mengajar.
“Beliau ini sakit jantung dan sering minum obat, jadi sering ke kamar kecil. Pada saat ditinggal itu, uangnya hilang,” jelasnya.
Sebelumnya, Arief mengungkap, kehilangan uang juga pernah terjadi dengan nominal lebih besar. Namun, kejadian terakhir inilah yang memicu reaksi emosional guru.
“Pernah juga hilang sampai Rp200 ribu. Yang terakhir Rp75 ribu ini yang membuat beliau muntab,” ungkapnya.
Dalam kondisi emosi tersebut, guru kemudian melakukan penggeledahan terhadap siswa di kelas. Namun, setelah dilakukan pengecekan, uang yang dimaksud tidak ditemukan.
“Digeledah sampai terjadi aksi yang tidak pantas tersebut, tapi uang itu tidak ketemu,” pungkasnya.