Bukan Sekadar Bantuan, Baksos IPIP Soroti Perjuangan Penghuni Balai PMKS Sidoarjo
Kembali ke tengah keluarga menjadi salah satu tantangan terbesar bagi penghuni Balai Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PRS PMKS) Sidoarjo, Jawa Timur. Di tengah proses pemulihan yang dijalani, sebagian penghuni masih menghadapi persoalan penerimaan dari keluarga maupun lingkungan sosial.
Kondisi tersebut terungkap dalam kegiatan bakti sosial yang digelar Ikatan Perempuan Indonesia Peduli (IPIP) di Balai PRS PMKS Sidoarjo, Jumat, 18 September 2026.
Kasubag TU Balai PRS PMKS Sidoarjo, Wiwin Sri Wahyu Ningrum, mengatakan, sekitar 40 hingga 50 persen penghuni masih menghadapi kendala ketika hendak dikembalikan kepada keluarga.
Menurutnya, pengalaman masa lalu menjadi salah satu faktor yang membuat keluarga membutuhkan waktu untuk kembali menerima anggota keluarganya.
βAda keluarga yang masih trauma karena dulu mereka pernah ngamuk, bahkan ada yang melakukan pembunuhan. Itu menjadi kendala kami untuk mengembalikan mereka kepada keluarga,β ujar Wiwin.
Balai PRS PMKS Sidoarjo memiliki kapasitas sekitar 400 orang. Saat ini, sekitar 380 penghuni menjalani pembinaan dan pendampingan di balai tersebut.
Mayoritas penghuni merupakan laki-laki berusia 30 hingga 50 tahun. Selain memberikan pendampingan selama berada di balai, pihak pengelola juga berupaya membangun kembali hubungan penghuni dengan keluarga dan lingkungan sosialnya.
Pendekatan keluarga dan komunitas dilakukan secara bertahap agar penghuni memiliki kesempatan untuk kembali diterima dan menjalani kehidupan di tengah masyarakat.
IPIP Bawa Bantuan dan Dukungan Moral
Persoalan tersebut menjadi perhatian Ikatan Perempuan Indonesia Peduli (IPIP) melalui kegiatan bakti sosial yang mereka gelar di Balai PRS PMKS Sidoarjo.
Ketua Umum IPIP, Asrilia Kurniati, mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian, termasuk para penghuni balai.
Selain menyerahkan bantuan, kehadiran IPIP diharapkan dapat memberikan dukungan moral bagi para penghuni yang sedang menjalani proses pemulihan.
βKita memang bergerak di ranah sosial, kepada kaum dhuafa dan saudara-saudara kita yang membutuhkan. Kami tidak akan berhenti di sini, insyaallah akan terus memberikan manfaat untuk Balai PMKS Sidoarjo,β kata Asrilia.
Dalam kegiatan tersebut, IPIP menyalurkan 350 paket nasi kotak, 350 bingkisan makanan ringan, dan 270 doorprize kepada penghuni balai. Bantuan juga datang dari Bambang Haryo Soekartono (BHS) berupa uang tunai sebesar Rp6 juta.
Asrilia berharap perhatian kepada penghuni Balai PMKS tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Menurutnya, komunitas dan masyarakat juga dapat mengambil peran dalam memberikan dukungan sosial.
Ia menilai dukungan dari berbagai pihak penting untuk membantu penghuni menjalani proses pemulihan hingga memiliki kesempatan kembali berkumpul dengan keluarga.
IPIP Dorong Kepedulian untuk Penghuni Balai PMKS
Ketua IPIP Sidoarjo Hj. Febrida Astuti mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen organisasi untuk berbagi dan memberikan perhatian kepada sesama. Ia berharap penghuni Balai PRS PMKS Sidoarjo tidak merasa sendiri selama menjalani proses pemulihan.
βKami berharap semua saudara kita yang ada di sini terpenuhi kasih sayangnya, kembali sehat dan kembali kepada keluarga. Mereka juga manusia yang ingin normal seperti kita semua,β kata Febrida.
Advertisement