Waspada! Hingga Pertengahan Januari 2025, DBD Serang 28 Warga Bondowoso
Masyarakat Bondowoso diminta untuk lebih waspada terhadap penyakit demam berdarah dengue (DBD). Dinas Kesehatan (Dinkes) Bondowoso melaporkan sebanyak 28 warga terjangkit DBD selama dua pekan, mulai dari tanggal 1 hingga 15 Januari 2025.
Menurut Golek Fitri Purwandari, Subkoordinator Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinkes Bondowoso, kasus DBD di Bondowoso tersebar di beberapa kecamatan. Kecamatan Tenggarang mencatatkan 5 kasus, Kecamatan Bondowoso 4 kasus, Kecamatan Wringin 3 kasus, dan beberapa kecamatan lainnya masing-masing 1 kasus.
Meskipun ada 28 warga yang terinfeksi DBD, Dinkes Bondowoso memastikan bahwa tidak ada korban jiwa. "Penanganan medis yang cepat membantu mencegah terjadinya kematian akibat DBD," jelas Golek Fitri pada Rabu, 22 Januari 2025.
Dalam upaya mencegah penyebaran penyakit DBD, Dinkes Bondowoso telah melaksanakan berbagai langkah, termasuk fogging atau penyemprotan disinfektan untuk membasmi nyamuk Aedes aegypti penyebab DBD. Selain itu, Dinkes juga terus gencar mengedukasi masyarakat tentang program 3M (Mengubur, Menutup, dan Menguras) dan pentingnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
Golek Fitri juga mengingatkan agar warga Bondowoso yang mengalami demam tinggi atau panas segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat. Dengan penanganan yang cepat, diharapkan penyebaran DBD di Bondowoso dapat ditekan dan tidak menimbulkan kematian.
Dengan tindakan preventif yang tepat dan kesadaran masyarakat, penyakit DBD di Bondowoso dapat terkendali dan dampak buruknya bisa diminimalisir.