Warga Terdampak Jembatan Penghubung Dermaga LCM dan Bulusan Segera Dikumpulkan, Buka Opsi Relokasi
Pemkab Banyuwangi segera melakukan pertemuan dengan warga yang terdampak pembangunan jembatan penghubung dermaga LCM dengan dermaga Bulusan di kawasan Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi. Pemkab telah menyediakan opsi relokasi bagi warga yang terdampak.Β
Camat Kalipuro, Ahmad Nuril Falah, pihaknya telah melakukan komunikasi dengan ASDP Ketapang. Dalam pekan ini, rencananya akan digelar pertemuan dengan warga yang terdampak pembangunan jembatan tersebut.
"Kita akan kumpulkan warga bersama Pak Lurah, Pak RT, bagaimana baiknya, karena ini salah satu solusi mengatasi kemacetan," jelasnya, Senin, 21 September 2026.
Nuril Falah menyebut, sebelumnya, warga sudah menyampaikan dukungan untuk pelaksanaan pembangunan jembatan itu demi kepentingan yang lebih besar.Β
"Tetapi kami berharap, karena warga ini menempatinya sudah puluhan tahun, berharap nanti relokasi ataupun pemindahan rumah yang berdampak ini tidak merugikan masyarakat saya," katanya.
Dijelaskannya, total ada 24 rumah warga yang terdampak dalam pembangunan jembatan ini. Rinciannya, di sisi selatan sungai ada 16 rumah. Mereka rata-rata menempati tanah milik Dinas Pengairan Provinsi Jawa Timur.
"Kemudian yang sisi utara ini ada kurang lebih 8 bangunan yang terdampak dan ini tanah milik pemerintah kabupaten, yang di LCM itu," tegasnya.Β
Rencananya, warga yang terdampak akan di relokasi ke tempat lain. Proses relokasi akan dilakukan dengan sebaik-baiknya agar tidak merugikan siapapun. Mengenai lokasi relokasi akan dibahas bersama-sama dengan warga yang terdampak.
"Kita akan sampaikan nanti di pertemuan dengan warga, apa mereka kita pilihkan (tempat relokasi) atau mereka mengajukan pilihannya sendiri," tegasnya.
Berdasarkan data yang diterima, jembatan penghubung dermaga LCM dan dermaga Bulusan akan dibangun di sisi barat area parkir dermaga LCM. Jembatan itu membentang sepanjang 98 meter dan lebar 12 meter.
Advertisement