Wanita Penghuni Kos di Jember Tewas Bersimbah Darah, Polisi Dalami Dugaan Penyakit Dalam
Seorang wanita muda penghuni rumah kos di Jalan Letjen S. Parman, Lingkungan Kluncing, Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Sumbersari, Jember, ditemukan tewas bersimbah darah di halaman kosnya, Jumat sore, 28 November 2025. Korban diketahui bernama Nurisma Ayu, 24 tahun, warga Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Sumbersari.
Ketua RT setempat, Junaedi, menyebut, korban tinggal di kos tersebut bersama suami dan bayi mereka yang berusia 9 bulan. Korban ditemukan tergeletak di halaman depan kamar kosnya dalam kondisi berlumuran darah dari mulut hingga kaki. Saat kejadian, suami korban sedang bekerja.
“Korban kos di sini, dan saat ditemukan sudah tergeletak di halaman. Kondisinya berdarah dari mulut hingga kaki, tetapi tidak ada luka,” ujarnya.
Selanjutnya, Junaedi meneruskan laporan ke pihak kepolisian. Tim Inafis Polres Jember tiba di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan area karena warga sempat berusaha masuk untuk melihat kondisi korban.
Kanit Pidana Umum (Pidum) Polres Jember, Iptu Bagus Dwi Setiawan, mengatakan, hasil pemeriksaan awal, polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan atau luka di tubuh korban. Darah yang berceceran diduga berasal dari mulut korban diduga akibat penyakit dalam yang diderita korban.
Selain itu, polisi juga akan mendalami kemungkinan indikasi keracunan makanan atau lainnya.
“Untuk temuan awal, dugaan kami korban tidak ada luka luar atau tanda penganiayaan. Sementara kami dalami penyakit dalam yang mungkin diderita korban,” jelasnya.
Sedangkan terkait darah yang berceceran, mulai dari kamar mandi diduga karena korban memandikan putrinya yang berusia 9 bulan. Usai memandikan, korban menaruh putrinya di kasur. Setelah itu, korban sempat keluar ke halaman sebelum akhirnya tergeletak tak bernyawa.
Saat ini jenazah korban berada di Instalasi Kamar Mayat RSUD dr. Soebandi Jember untuk pemeriksaan lebih lanjut. Polisi mengatakan, penyebab pasti kematian masih menunggu hasil visum dan pemeriksaan lanjutan.
“Saat ini masih proses penyelidikan, terkait dugaan penyebab kematian korban masih menunggu hasil visum,” pungkasnya.