Ungguli Sugeng, Zulfikar Imawan Terpilih Ketum KONI Kota Probolinggo
Zulfikar Imawan mengungguli Sugeng Nufindarko dalam pemilihan Ketua Umum (Ketum) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dalam Musyawarah Olahraga Kota (Musorkot) Probolinggo, Kamis, 27 Februari 2025.
Dalam musorkot yang digelar di Paseban Sena, Kota Probolinggo itu Iwan, panggilan akrab Zulfikar Imawan meraih 25 suara, sedangkan Sugeng mendapatkan 18 suara.
Satu suara dinyatakan tidak sah (abstain). Sementara KONI Jatim yang sebenarnya memiliki hak satu suara, ternyata tidak digunakan.
Sekretaris KONI Jatim, Akmal Budianto keburu pulang saat proses pemungutan suara. Memang pria yang mewakili Ketum KONI Jatim, M. Nabil itu masih sempat memberikan wejangan saat pembukaan musorkot tersebut.
"Mengurus olahraga itu harus didasari perasaan senang. Sebab terkadang kalau berprestasi tidak ada yang memuji," kata Akmal.
Ia berharap, KONI Kota Probolinggo bisa naik peringkat. "Ada tiga aspek yang harus diperhatikan KONI yakni, organisasi, pengurus, atlet dan pelatih," ujarnya.
Sementara itu tanda-tanda Iwan bakal memimpin KONI Kota Probolinggo masa bhakti 2025-2029 itu terlihat saat pengembalian formulir. Mantan Ketua DPD Partai Nasdem Kota Probolinggo membawa dukungan tertulis dari 29 cabang olahraga (cabor).
Artinya di atas kertas, sudah separo lebih cabor mendukung Iwan. Sementara pesaing utamanya, Sugeng membawa dukungan tertulis sebanyak 13 cabor.
"Terima kasih atas dukungan para pengurus cabor. Mari bersama-sama memajukan prestasi olahraga di Kota Probolinggo," ujar pria yang juga pengusaha itu.
Iwan pun meminta tarik-menarik dukungan hingga pro kontra agar langsung diakhiri pasca-musorkot. "Setelah ini mari kita akhirnya, mari meningkatkan prestasi olahraga," kata mantan atlet karate itu.
Iwan pun mendapat ucapan selamat dari Sugeng usai penghitungan suara. Tampak keduanya berpelukan mesra di hadapan peserta musorkot.
Sebelumnya saat menyampaikan visi misinya, Sugeng mengaku, pernah menjadi Ketum KONI Kabupaten Probolinggo periode 2018-2022.
"Sekarang saya ingin memajukan olahraga melalui KONI Kota Probolinggo. Saya bergabung ke KONI bukan untuk bagi-bagi uang," kata mantan Manager HRD di PT Sasa Inti, Probolinggo itu.
Berkecimpung di KONI, kata Sugeng, dari segi materi tidak menguntungkan. "Justru banyak tomboknya," katanya.