Uji Nyali Ilmu Hadis di Pondok Sidogiri Pasuruan, Catatan Ulama Pesantren
Saya sama seperti santri lulusan Pondok Salaf; mendalami ilmu Fikih, berdiskusi dinamika Fikih dan menjawab persoalan Fikih yang terus berkembang.
Namun sekitar awal 2012 melihat banyaknya ustaz Salafi yang berdalil dengan hadis untuk menyalahkan amalan sesama Muslim, saya jadi tertarik untuk berbelok arah mendalami hadis, karena minimnya lulusan pesantren yang membela Hujjah dari sisi hadis.
Ada sebagian teman-teman yang membela tapi pakai kitab sekunder sehingga kadang hadis tersebut belum ditemukan riwayatnya, atau justru hadis yang sangat lemah. Sementara 'maqam hujjah' memerlukan validitas data riwayat dan penalaran yang sahih.
Berbekal ilmu hadis dasar saat di pesantren, ditambah perluasan belajar ilmu hadis kepada Dr Faisol Munif saat di Unsuri, mengikuti kajian hadis Kiai Idrus Ramli, menyimak pemaparan hadis Syekh Dr Salim Alwan -murid Syekh Abdullah Al-Harari-, membaca kitab-kitab Sayid Muhammad Al-Maliki maupun Maulana Syekh Ali Jumah Mesir, juga kitab karya ahli hadis dari Maroko seperti Syekh Al-Ghummari, akhirnya mendorong untuk Tabarruk Riwayat dan Sanad Hadis kepada murid-murid Syekh Yasin Al-Fadani.
Alhamdulillah ilmu yang sedikit ini dapat bermanfaat bagi saya untuk semakin percaya bahwa amalan ulama Aswaja juga bersandar pada dalil hadis.
Berjumpa Syarah Muslim
Mulailah saya membuka kitab-kitab ilmu hadis yang besar-besar. Berjumpa dengan Syarah Muslim karya Imam Nawawi yang merupakan pentarjih utama Mazhab Syafi'i. Berjumpa dengan Fathul Bari Syarah Sahih Bukhari, kitab Lisanul Mizan, Tahdzib At-Tahdzib, Taqrib At-Tadzhib, Addurar Al-Kaminah, Al-Ishabah, Al-Mathalib Al-Aliyah, At-Talikhish Al-Habir, Al-Imta' dan sebagainya yang kesemuanya karya Al-Hafidz Ibnu Hajar.
Beliau secara nyata mengakui sebagai pengikut Mazhab Syafi'i. Saya juga membaca kitab-kitab Al-Hafidz As-Suyuthi, baik ilmu hadis hingga Thabaqat Al-Huffadz dan kitab-kitab beliau di bidang Counter Hadis, seperti Al-La'ali Al-Mashnuah, lagi-lagi beliau Mazhabnya Syafi'i. Dan seabrek kitab hadis lainnya juga tertulis nisbatnya pada Mazhab Syafi'i.
Setelah membaca semua kitab hadis di atas saya terkejut "Lha ini Mazhab Syafi'i semua". Jadi saya tidak melompat ke aliran lain. Justru aliran lain yang memakai kitab-kitab di atas. Anehnya, mereka tiba-tiba ngaku ahli hadis. Padahal sebagaimana disampaikan oleh Imam Nawawi dan diperkuat oleh Imam Subki bahwa Mazhab Ahli Hadis adalah Ulama Syafi'iyah sejak dulu:
المراد بأصحاب الحديث الفقهاء الشافعية وبأصحاب الرأي الفقهاء الحنفية قلت اي السبكي قوله أصحاب الحديث يعني الشافعية وهذا اصطلاح المتقدمين لا سيما أهل خراسان إذا أطلقوا أصحاب الحديث يعنون الشافعية
An-Nawawi: “Ulama Ahli hadis maksudnya adalah ahli Fikih Syafiiyah. Ulama Ahlu Ra’yi (Mazhab Rasional) adalah Fuqaha Hanafiyah" (Raudhah At-Thalibin, 2/259 dan Thabaqat Syafi'iyah)
Kitab-kitab yang saya tulis di atas bukan lips service, silahkan anda cek di tulisan-tulisan FB saya, di Powerpoint dan buku-buku saya, baik berbahasa Indonesia atau Arab.
Semalam bertempat di Perpustakaan terlengkap Sidogiri, beberapa Ustaz dan santri Sidogiri yang mendalami jurusan hadis mencoba 'nge-tes' saya.
Saya anggap 'menge-tes' karena saya yakin Pondok Sidogiri yang telah melahirkan Ustaz Idrus Ramli juga masih menyimpan ratusan santri lain yang akan muncul dan bagus penguasaan mereka di bidang ilmu hadis. Selama 90 menit menjadi waktu singkat untuk berdiskusi soal Klaim Hadis Daif oleh Kelompok Salafi.
Saya tekankan kepada para santri yang mengikuti kajian bahwa kita yang bermazhab Syafi'i inilah yang berada di jalur ilmu hadis sejak dulu, sementara mereka dari Salafi tidak pernah menciptakan metode tersendiri dalam ilmu hadis, melainkan mereka memakai ilmu hadis para ulama Mazhab lalu mereka pakai dengan tidak mematuhi aturan dalam penilaian hadis. Misal yang berhak memberi penilaian Sahih atau Daif adalah ahli hadis yang mencapai derajat Al-Hafidz, ahli hadis yang menghafal 100.000 hadis beserta jalur sanadnya, seperti yang dijelaskan oleh Al-Hafidz As-Suyuthi dalam nazam Alfiyahnya:
وخذه حيث حافظ عليه نصّْ ☼ أو من مصنف بجمعه يُخَصّْ
"Ambilah penilaian hadis jika ada penjelasan oleh sosok seorang Hafiz di bidang hadis atau dari kitab yang secara khusus menghimpun penilaian hadis"
(KH M Ma'ruf Khozin, Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatul Ulum Suramadu Bangkalan Madura)