Tujuh Peristiwa Penting Para Nabi pada 10 Muharram
Masa kebangkitan, keemasan, dan kehancuran suatu umat terjadi silih berganti. Dari satu generasi ke generasi yang lain, dari suatu abad ke abad yang lainnya. Peristiwa-peristiwa itu terus bergulir dengan pasti, sesuai dengan sunnatullah.
"Semua peristiwa tersebut merupakan pelajaran yang amat berharga bagi kita dan bagi generasi yang akan datang, untuk memilih mana yang baik yang harus diikuti dan mana yang buruk yang harus dihindari," tutur KH Zakky Mubarak, Rais Syuriyah PBNU.
Berikut penjelasan lengkap Kiai Zakky Mubarak:
Hari sepuluh Muharram atau hari Asyura merupakan hari bersejarah. Menurut beberapa riwayat disebutkan, banyak peristiwa penting terjadi di hari itu pada masa yang lalu, di antaranya disebutkan sebagai berikut:
(1)
Nabi Adam 'alaihissalam bertobat kepada Allah dari dosa-dosanya dan tobat tersebut diterima oleh-Nya.
(2)
Berlabuhnya kapal Nabi Nuh di bukit Zuhdi dengan selamat, setelah dunia dilanda banjir yang menghanyutkan dan membinasakan.
(3)
Selamatnya Nabi Ibrahim 'alaihissalam dari siksa Namrud, berupa api yang membakar.
(4)
Nabi Yusuf 'alaihissalam dibebaskan dari penjara Mesir karena terkena fitnah.
(5)
Nabi Yunus 'alaihissalam selamat, keluar dari perut ikan hiu.
(6)
Nabi Ayyub 'alaihissalam disembuhkan Allah dari penyakitnya yang menjijikkan.
(7)
Nabi Musa 'alaihissalam dan umatnya kaum Bani Israil selamat dari pengejaran Firโaun di Laut Merah. Beliau dan umatnya yang berjumlah sekitar lima ratus ribu orang selamat memasuki gurun Sinai untuk kembali ke tanah leluhur mereka.
Banyak lagi peristiwa lain yang terjadi pada hari sepuluh Muharram itu, yang menunjukkan sebagai hari yang bersejarah, yang penuh kenangan dan pelajaran yang berharga.
Sayyidah Aisyah, istri Nabi shallallahu 'alaihi wassalam menyatakan bahwa hari Asyura adalah hari orang-orang Quraisy berpuasa di masa Jahiliyah, Rasulullah juga ikut mengerjakannya. Setelah Nabi berhijrah ke Madinah beliau terus mengerjakan puasa itu dan memerintahkan para sahabat agar berpuasa juga. Setelah diwajibkan puasa dalam bulan Ramadhan, Nabi s.a.w. menetapkan:
ู
ููู ุดูุงุกู ุฃููู ููุตููู
ููู ููููููุตูู
ููู ููู
ููู ุดูุงุกู ุฃููู ููุชูุฑููููู ููููููุชูุฑููููู
โBarangsiapa yang menghendaki berpuasa Asyura puasalah dan siapa yang tidak suka boleh meninggalkannya." (HR. Bukhari, No: 1489; Muslim, No: 1987)
Ibnu Abbas seorang sahabat, saudara sepupu Nabi yang dikenal sangat ahli dalam tafsir al-Qurโan meriwayatkan bahwa saat Nabi berhijrah ke Madinah, beliau menjumpai orang-orang Yahudi di sana mengerjakan puasa Asyura. Nabi pum bertanya tentang alasan mereka berpuasa. Mereka menjawab:
ูููู ููููู
ู ููุฌููู ุงูููููู ููููู ู
ููุณูู ููุฃูุบูุฑููู ุขูู ููุฑูุนููููู ููุตูุงู
ู ู
ููุณูู ุดูููุฑูุง ููููููู ููููุงูู ุฃูููุง ุฃูููููู ุจูู
ููุณูู ู
ูููููู
ู ููุตูุงู
ููู ููุฃูู
ูุฑู ุจูุตูููุงู
ููู
โAllah telah melepaskan Musa dan Umatnya pada hari itu dari (musuhnya) Firโaun dan bala tentaranya, lalu Musa berpuasa pada hari itu, dalam rangka bersyukur kepada Allahโ. Nabi bersabda : โAku lebih berhak terhadap Musa dari mereka." Maka Nabi pun berpuasa pada hari itu dan menyuruh para sahabatnya agar berpuasa juga." (HR. Bukhari; No: 1865 & Muslim, No: 1910)
Abu Musa al-Asyโari mengatakan:
ููุงูู ููููู
ู ุนูุงุดููุฑูุงุกู ููููู
ูุง ุชูุนูุธููู
ููู ุงูููููููุฏู ููุชูุชููุฎูุฐููู ุนููุฏูุง ููููุงูู ุฑูุณูููู ุงูููููู ุตููููู ุงูููููู ุนููููููู ููุณููููู
ู ุตููู
ูููู ุฃูููุชูู
ู
โHari Asyura adalah hari yang diagungkan oleh orang-orang Yahudi dan dijadikan oleh mereka sebagai hari raya, maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wassalam bersabda: โBerpuasalah kamu sekalian pada hari itu." (H.R. Bukhari, No: 1866; Muslim, No: 1912)
Dari uraian di atas nyatalah bagi kita, bahwa hari Asyura merupakan hari bersejarah yang diagungkan dari masa ke masa. Kita hendaknya menyambut hari itu dengan banyak mengambil pelajaran yang bermanfaat dari sejarah masa lalu. Kita menyambutnya sesuai dengan tuntunan Rasulullah, agar senantiasa berada dalam bimbingannya, yaitu dengan jalan:
Pertama, mengerjakan puasa sunnah pada hari Asyura atau tanggal 10 Muharram. Keutamaan puasa pada hari ini diantaranya disebutkan dalam hadits Nabi:
ุณูุฆููู ุนููู ุตููุงูู
ู ููููู
ู ุนูุงุดูููุฑุขุกูุ ููุงูู: ูููููููุฑู ุงูุณููููุฉู ุงููู
ูุงุถูููุฉู
"Nabi shallallahu 'alaihi wasallam ditanya tentang puasa hari Asyura, beliau menjawab: โPuasa pada hari Asyura menghapuskan dosa setahun yang lalu." (HR. Muslim, No: 1977)
Dalam hadits yang lain, Rasulullah menjelaskan:
ุฃูููุถููู ุงูุตููููุงุฉู ุจูุนูุฏู ุงูุตููููุงุฉู ุงููู
ูููุชููุจูุฉู ุงูุตููููุงุฉู ููู ุฌููููู ุงูููููููู ููุฃูููุถููู ุงูุตููููุงู
ู ุจูุนูุฏู ุดูููุฑู ุฑูู
ูุถูุงูู ุตูููุงู
ู ุดูููุฑู ุงูููููู ุงููู
ูุญูุฑููู
ู
โSesungguhnya shalat yang terbaik setelah shalat fardhu adalah shalat tengah malam dan sebaik-baiknya puasa setelah puasa Ramadhan adalah puasa di bulan Allah yang kamu menyebutnya bulan Muharram." (HR. Nasaโi, No: 1614)
Kedua, mengerjakan puasa Tasuโa atau puasa sunnah hari kesembilan di bulan Muharram. Mengenai puasa ini Ibnu Abbas meriwayatkan:
ุญูููู ุตูุงู
ู ุฑูุณูููู ุงูููููู ุตููููู ุงูููููู ุนููููููู ููุณููููู
ู ููููู
ู ุนูุงุดููุฑูุงุกู ููุฃูู
ูุฑู ุจูุตูููุงู
ููู ููุงูููุง ููุง ุฑูุณูููู ุงูููููู ุฅูููููู ููููู
ู ุชูุนูุธููู
ููู ุงูููููููุฏู ููุงููููุตูุงุฑูู ููููุงูู ุฑูุณูููู ุงูููููู ุตููููู ุงูููููู ุนููููููู ููุณููููู
ู ููุฅูุฐูุง ููุงูู ุงููุนูุงู
ู ุงููู
ูููุจููู ุฅููู ุดูุงุกู ุงูููููู ุตูู
ูููุง ุงููููููู
ู ุงูุชููุงุณูุนู ููุงูู ููููู
ู ููุฃูุชู ุงููุนูุงู
ู ุงููู
ูููุจููู ุญูุชููู ุชูููููููู ุฑูุณูููู ุงูููููู ุตููููู ุงูููููู ุนููููููู ููุณููููู
ู (ุฑูุงู ู
ุณูู
ูุฃุจู ุฏุงูุฏ)
โPada waktu Rasulullah dan para sahabatnya mengerjakan puasa Asyura, para sahabat menginformasikan kepada Nabi shallallahu 'alaihi wassalam bahwa hari Asyura diagungkan oleh orang-orang Yahudi dan Nasrani. Maka Nabi bersabda : โTahun depan Insya Allah kami akan berpuasa juga pada hari kesembilanโ. kata Ibnu Abbas, akan tetapi sebelum mencapai tahun depan Rasulullah s.a.w. wafatโ. (H.R. Muslim, No: 1916, Abu Daud, No: 2089).
Dengan demikian, kita melakukan puasa Asyura dengan menambah satu hari sebelumnya yaitu hari Tasuโa, atau tanggal 9 di bulan Muharram. Kita disunnahkan berpuasa selama 2 hari, yaitu tanggal 9 dan 10 Muharram.
Ketiga, memperbanyak sedekah. Dalam menyambut bulan Muharram diperintahkan agar memperbanyak pengeluran dari belanja kita sehari-hari untuk bersedekah, membantu anak-anak yatim, membantu keluarga, kaum kerabat, orang-orang miskin dan mereka yang membutuhkan. Semua itu hendaknya dilakukan dengan tidak memberatkan diri sendiri dan disertai keikhlasan semata-mata mengharap keridhaan Allah.
Mengenai hal ini Rasulullah bersabda:
ู
ููู ููุณููุนู ุนููู ุนูููุงูููู ูู ุฃููููููู ููููู
ู ุนูุงุดูููุฑูุงุกู ููุณููุนู ุงูููู ุนููููููู ุณูุงุฆูุฑู ุณูููุชููู
โSiapa yang meluaskan pemberian untuk keluarganya atau ahlinya, Allah akan meluaskan rizki bagi orang itu dalam seluruh tahunnya.โ (HR Baihaqi, No: 3795)
Dengan memperingati hari Asyura, kita dapat mengambil pelajaran dari perjuangan para Nabi dan Rasul terdahulu. Misi mereka pada dasarnya adalah sama menegakkan aqidah Islamiyah, meyakini ke-Esaan Allah subhanahu wata'ala yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Peristiwa masa lalu merupakan cermin bagi kita untuk berusaha memisahkan kebenaran dan kebathilan, memisahkan yang baik dan buruk, agar dapat meratakan jalan bagi kita untuk menjangkau masa depan. Semua peristiwa dan kejadian-kejadian yang ada dalam alam semesta ini merupakan pelajaran yang bermanfaat bagi orang-orang yang mempergunakan akalnya. Pergantian siang dan malam, pergantian musim dan pada segala sesuatu di alam ini terdapat tanda, bahwa sesungguhnya Allah itu adalah Maha Esa dan Maha Kuasa.
Demikian ulasan KH Zakky Mubarak, Rais Syuriyah PBNU, dikutip dari NU-Online.
Advertisement