Tragedi Bus di Jalur Bromo, Sebelum Dipulangkan ke Rumah Duka, Jenazah Disalatkan di RS Bina Sehat
Suasana haru menyelimuti halaman Rumah Sakit Bina Sehat Jember pada Minggu, 14 September 2025. Iring-iringan 23 ambulans yang membawa korban kecelakaan bus wisata di Probolinggo tiba sekitar pukul 21.30 WIB.
Dari puluhan ambulans itu, delapan di antaranya mengangkut jenazah korban. Diketahui, insiden kecelakaan di jalur Bromo itu menewaskan delapan orang, termasuk tiga orang anak-anak.
Dari total delapan korban, tujuh orang meninggal di lokasi kejadian dan satu orang meninggal saat mendapat perawatan di IGD RSUD Tongas.
Tangis pecah begitu pintu ambulans dibuka. Keluarga yang menanti sejak sore tak kuasa menahan duka mendalam.
Mereka masih sulit percaya, orang-orang terkasih yang berangkat penuh semangat naik bus wisata kini pulang dengan tubuh terbujur kaku di dalam ambulans.
Jenazah yang sebelumnya sudah disucikan di rumah sakit di Probolinggo, kemudian ditempatkan di sisi barat halaman RS Bina Sehat bagian selatan. Sementara itu, di sisi timur telah dibentangkan terpal dan karpet sebagai tempat pelaksanaan salat jenazah.
Lebih dari seratus warga, keluarga, hingga karyawan rumah sakit turut serta dalam salat jenazah tersebut. Suasana khidmat menyelimuti doa bersama yang dipimpin langsung oleh imam salat jenazah.
Setelah disalatkan, jenazah kembali dimasukkan ke ambulans untuk dibawa menuju rumah duka masing-masing.
Prosesi pelepasan berlangsung penuh keharuan dipimpin Direktur Rumah Sakit Binas Sehat Jember, dr. Faida. Dengan suara terbata, ia memimpin pengantaran jenazah.
Faida dengan lirih meyakinkan semua orang yang hadir, bahwa seluruh janazah semasa hidupnya adalah orang yang baik.
“Mudah-mudahan semua husnul khatimah, keluarga diberi ketabahan, dan korban luka-luka diberi jalan kesembuhan,” ucapnya lirih.
Faida menyatakan pihaknya sangat berduka atas kejadian ini. Seluruh korban telah dianggap sebagai bagian dari keluarga Bina Sehat.
Karenanya, meski kini mereka telah tiada, Faida akan tetap menganggap keluarga mereka yang masih hidup sebagai bagian dari keluarga Rumah Sakit Bina Sehat.
Lebih jauh Faida mengatakan, delapan korban yang meninggal dunia mengalami luka parah di bagian kepala. Selain delapan korban meninggal dunia, ada 17 korban lainnya yang terluka ringan hingga berat.
Dari 17 korban yang terluka, 15 korban di antaranya saat ini dirawat di Rumah Sakit Bina Sehat. Pihaknya segera melakukan tindakan operasi terhadap para korban.
Sedangkan dua di antaranya masih berada di Probolinggo. Mereka belum bisa dibawa ke RS Bina Sehat karena alasan medis.
“Dari jumlah itu, 15 korban berhasil dievakuasi ke RS Bina Sehat Jember untuk mendapatkan penanganan intensif. Sementara dua lainnya masih dirawat di Probolinggo karena kondisi kritis,” tambahnya.
Faida sempat menerangkan, proses evakuasi korban dari Probolinggo ke Jember sempat mengalami kesulitan. Karena para korban tersebar di enam lokasi berbeda. Tga puskesmas dan tiga rumah sakit di Probolinggo.
“Alhamdulillah, kami dibantu teman-teman para direktur rumah sakit, dari kapolres, bupati serta relawan dari Jember. Bahkan tanpa kami hubungi, mereka langsung membawa ambulans ke lokasi. Total ada 23 ambulans plus kendaraan penumpang yang membantu mengangkut korban,” pungkasnya.