Tes DNA Belum Keluar, Bayi Dibuang ke Selokan di Jember Berstatus Anak Negara
Bayi laki-laki yang ditemukan di selokan, Dusun Krajan, Desa Jelbuk, Kecamatan Jelbuk, Jember saat ini berstatus sebagai anak negara. Dia dirawat oleh Dinas Sosial Jawa Timur dalam kondisi sehat.
Kepala Dinas Sosial Jember, Akhmad Helmi Luqman mengatakan pasca ditemukan pada tanggal 31 Desember 2024 lalu, bayi tersebut dirawat di Puskesmas Jelbuk. Namun, dua pekan lalu bayi tersebut diserahkan ke Dinas Sosial Jawa Timur.
Bayi tersebut saat ini dirawat di OPD khusus penanganan balita terlantar. Saat ini, bayi tersebut berstatus bayi negara. “Bayi tersebut dibawa ke Dinsos Jatim agar kebutuhan gizi dan nutrisinya terpenuhi. Di sana memang ada OPD khusus yang merawat balita. Perlindungan terhadap bayi tersebut juga terjamin,” katanya, Sabtu, 08 Februari 2025.
Sejauh orang tua dari bayi tersebut belum terungkap, bayi tersebut masih berstatus bayi negara. Setelah orang tua bayi tersebut terungkap, maka menjadi ranah kepolisian terkait tindak lanjutnya.
Bayi tersebut bisa saja dikembalikan kepada keluarga bayi tersebut. Namun, jika pihak keluarga tidak berkenan, maka bayi tersebut akan tetap menjadi bayi yang dirawat oleh negara.
Selama menjadi bayi negara, maka orang lain bisa mengadopsi dengan persyaratan tertentu. “Sampai ada yang mengadopsi, bayi tersebut tetap dalam tanggungan negara. Saat ini bayinya baik-baik saja dan sehat,” pungkasnya.
Sementara itu, Kapolsek Jelbuk, AKP Brisan Iman Nulla mengatakan sejauh ini tes DNA bayi dan perempuan yang diduga ibunya belum keluar. Karena itu, polisi sejauh ini sudah memeriksa beberapa orang saksi. “Hasil tes DNA belum ada. Kami masih melakukan penyelidikan. Kalau saksi yang diperiksa sudah ada beberapa orang,” katanya.
Sebelumnya, warga Desa Jelbuk, Kecamatan Jelbuk menemukan bayi laki-laki di selokan. Bayi tersebut dalam kondisi sehat, mamun tergores duri semak-semak.
Pada hari yang sama, 31 Desember 2024, ada seorang perempuan baru melahirkan datang ke RSD Seobandi. Perempuan yang diduga ibu dari bayi itu datang dengan keluhan ada plasenta bayi yang tertinggal dalam rahim.