Terdampak PMK, Harga Sapi di Pasar Hewan Probolinggo Turun
Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) berdampak pada turunnya harga sapi di Pasar Hewan Wonoasih, Kota Probolinggo. Turunnya harga sapi sebenarnya sudah terlihat sejak November 2024 silam bersamaan dengan merebaknya kembali PMK di sejumlah daerah di Jawa Timur.
Tetapi akhir 2024 lalu turunnya sapi tidak terlalu signifikan. Tetapi memasuki pertengahan Januari 2025 harga sapi bisa dikatakan anjlok.
Di Kota Probolinggo harga sapi turun hingga sekitar 30 persen atau setara Rp2.000 per ekor. Turunnya harga sapi tentu saja merugikan para peternak.
"Sapi yang awalnya berharga Rp10 juta, saat ini turun menjadi Rp7 juta per ekor," kata Syarif, pedagang sapi di Pasar Hewan Wonoasih, Sabtu, 18 Januari 2025.
Kondisi ini juga dibarengi dengan sepinya pembeli yang berkunjung ke pasar sapi di Jalan Kiai Syafi'i, Kota Probolinggo itu.
Hingga pasar hewan tutup sekitar pukul 17.00 WIB itu terlihat banyak pedagang yang kembali membawa pulang sapi-sapinya. Sebab sapi-sapi itu tidak ada yang membeli.
Selain pembeli, pedagang juga terlihat berkurang. "Pedagang berkurang mungkin takut sapi-sapinya tertukar PMK," kata Syarif.
Soal turunnya harga sapi di Pasar Hewan Wonoasih juga diungkapkan Tohari, pedagang sapi lainnya.
"Ya, harga sapi turun sekitar 30 persen. Bahkan, pedagang dan pembeli yang biasanya ramai di hari pasaran, Selasa dan Sabtu, kini berkurang," katanya.
Sementara itu tidak ada lagi kasus baru PMK di Kota Probolinggo. Namun pengelola Pasar Hewan Wonoasih tetap memperketat lalu lintas sapi yang masuk pasar. Mereka melakukan penyemprotan disinfektan terhadap truk dan pikap pengangkut sapi yang masuk pasar.
Advertisement