Tembok Kolam Renang Probolinggo Ambruk, Tetap Digunakan Atlet Berlatih
Tembok sisi utara kolam renang di Gelanggang Olahraga (GOR) Kedopok, Kota Probolinggo ambruk ke permukiman warga. Anehnya, hingga Kamis, 23 Oktober 2025, fasilitas berenang milik Pemkot Probolinggo itu masih digunakan untuk atihan para atlet renang.
Tembok pembatas di sisi utara itu ambruk setelah Rabu, 22 Oktober 2025 sore diguyur hujan deras. Diduga konstruksi bangunan tidak kuat menahan air, tembok sepanjang 15 meter itu ambruk.
"Tiba-tiba tembok sepanjang sekitar 15 meter tersebut roboh ke arah utara, tepatnya ke arah pemukiman warga," kata penjaga kolam renang, Wisma Junaidi.
Saat itu, kata Junaidi, ada beberapa warga yang berenang.
"Syukurlah tembok tersebut ambruk ke arah luar sehingga tidak sampai mengenai pengunjung yang berenang," ungkapnya.
Pasca kejadian, pihak pengelola memasang anyaman bambu (Jawa: sesek/gedhek) sebagai pembatas darurat. Pengelola juga memasang barikade pembatas di area dalam kolam renang agar pengunjung tak mendekat.
Meski diperbaiki secara darurat, Junaidi mengatakan, kolam renang masih bisa difungsikan untuk berlatih atlet renang dan warga sekitar.
Sementara itu Ketua Umum Komisi Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Probolinggo, Zulfikar Imawan mengaku masih bersyukur, karena kolam renang masih bisa digunakan. Sehingga atlet aquatik masih tetap bisa berlatih secara rutin.
Terkait insiden ambruknya pagar kolom renang, Wakil Walikota Probolinggo, Ina Dwi Lestari langsung memerintahkan memasang barrier di sisi dalam.
"Selain itu pihak Dispopar juga diminta membersihkan material tembok yang ambruk," kata Iwan, panggilan akrab Zulfikar Imawan.
Yang jelas, kata Iwan, terkait penanganan selanjutnya, masih menunggu Dinas PUPR PKP.
"Yang terpenting dari sisi atlet tidak tergganggu jadwal latihannya," pungkasnya.