Tahun Depan Politeknik Agro Industri Bakal Berdiri di Blora
Pendirian Politeknik Agro Industri (Polagrin) di Kabupaten Blora, ditarget bisa berdiri pada tahun 2026 mendatang.
Rencana pendirian Politeknik ini mendapatkan dukungan dari para Diaspora Blora yang telah sukses di berbagai perguruan tinggi dan lembaga negara.
Bupati Blora, Arief Rohman menyampaikan hal ini saat mengikut rapat koordinasi pembahasan pendirian Polagrin Blora secara online melalui zoom meeting, Senin malam, 3 Februari 2025.
“Ya, berbekal obrolan santai dengan Prof. Ali Agus UGM beberapa hari lalu. Semalam langsung kita gelar rapat bersama OPD teknis dan diikuti para Diaspora, para Profesor asli Blora untuk membahas tahapan pendirian Polagrin Blora," tuturnya ketika dihubungi, Selasa 4 Februari 2025.
Menurutnya, semua menyambut baik, menyambut positif dan siap mendukung pendirian Polagrin Blora.
Arief Rohman menambahkan banyak Profesor asli Blora yang siap mendukung pendirian Polagrin Blora, dan siap membantu mengawal pembentukannya.
Diantaranya ada Prof. Ali Agus Guru Besar Peternakan UGM Yogyakarta, Prof. Kesi Wijayanti Guru Besar USM Semarang, Prof. Ngabiyanto Guru Besar Unnes Semarang. Kemudian ada Prof. Imam Mustofa Guru Besar Unair Surabaya, Prof. Murdiyarso Guru Besar IPB Bogor, hingga Pak Paryan Kepala Direktorat Jenderal Pajak Provinsi Aceh (alumni STAN), dan lainnya.
“Kita ajak para guru besar, para Diaspora Blora untuk turut mendukung pembentukan Politeknik Agro Industri di Kabupaten Blora. Agar pelajar lulusan SMA SMK bisa kuliah di daerahnya sendiri," tambah Bupati Arief.
Terlebih lagi yang berprestasi namun kurang mampu akan diberikan beasiswa. "Semoga bisa segera ditentukan time schedule untuk tahapan pembentukan dan pendiriannya," ujarnya.
Targetnya, sambung bupati, tahun depan sudah bisa berdiri dan menerima mahasiswa baru. "Soal lokasinya masih akan dibahas bersama," ucapnya.
Namun, jika ditanya kenapa yang dibentuk Politeknik Agro Industri? Dia menjelaskan, karena kedepan sektor pertanian agro industri, sektor pangan akan menjadi bidang yang penting di berbagai negara, dan Blora punya potensi yang besar. Sehingga SDM-nya harus disiapkan dari sekarang.
Selain membahas tahapan pendirian ini dengan para Profesor Diaspora Blora. Bupati juga mengumpulkan seluruh OPD (Organisasi Perangkat Daerah) teknis untuk mengikuti rapat tadi malam. Seperti Bapperida, Dinas PMD, Dinas Pendidikan, dll. Rapat digelar di ruang rapat Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida).