Jembatan Cabean Cepu Rusak Parah, Warga Terperosok ke Dasar Sungai
Satu kelurga menjadi korban kecelakaan tunggal, diduga akibat kelailaian Pemerintah Kabupaten Blora. Korban terperosok di jembatan Desa Cabean Kecamatan Cepu hingga jatuh ke dasar sungai sedalam 4 meter. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Menurut warga RT 6 RW 1 Desa Cabean, Katiran, nasib naas itu terjadi lantaran jembatan yang mereka lalui mengalami kerusakan parah. Jembatan putus dari badan jalan. Hanya diberi jembatan darurat untuk melintas satu orang. Sementara, sebagian hanya ditutup bambu kering dan menyisakan rongga tanpa penutup maupun penghalang.
βKondisi saat malam hari gelap. Lampu penerangan jalan sudah lama mati, tanpa ada perbaikan,β kata Katiran yang rumahnya tidak jauh dari lokasi kejadian, Kamis 6 Agustus 2026.
Korban, lanjut dia, mengendarai motor dari arah selatan. Usai hajatan dari wilayah Dukuh Tanduran Desa Kemantren Kecamatan Kedungtuban. βTerdiri dari Ayah, anak kira-kira kelas 1 SD, dan Ibu. Mereka bukan orang sini, tapi dari Dukuh Jambe Kelurahan Tambakromo,β ujarnya.
Lebih lanjut, dia menjelaskan, peristiwa itu terjadi sekira pukul Hari Rabu 19.30 WIB. Dia mendengan jeritan minta tolong dari seorang wanita disertai suara benturan cukup keras. Setelah dicek, ternyata benar ada orang yang jatuh di lubang jembatan.
βWarga kemudian berbondong-bondong menolong. Mengevekuasi ke rumah warga terdekat. Selenjutnya dibawa ke rumah sakit, karena menderita luka-luka cukup parah. Kepala bocor hingga patah tulang,β tandasnya.
Informasi dihimpun, jembatan tersebut dibangun tahun 1976. Sementara perbaikan terakhir dilakukan sekira 20 tahun yang lalu. βKalau jembatan putus dari badan jalan ini, hampir satu tahun. Karena diterjang derasnya arus air hingga jembatan ambrol,β ungkap Katiran.
Sebenarnya, lanjut dia, awal kerusakan itu dari fondasi yang mulai bergeser dan lepas dari sayap jembatan. Bertahun-tahun. βKami berharap, pemerintah segera memperbaiki, supaya tidak menimbulkan korban jiwa lagi,β harapnya.
Sementara itu, Kepala Desa Cabean, Kismiati, membenarkan peristiwa tersebut. Korban langsung dilarikan ke rumah sakit. βAnaknya yang parah, patah tangan, kaki dan pinggang,β ujar Kismiati.
Dia menambahkan, pembangunan jalan cor beton selesai, jembatan sudah terlihat retakan. βPas blerem sudah tidak bisa di lewati mobil. Kurang lebih selama setahun ini,β kata dia.
Menurutnya, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Blora, segera melakukan pembangunan jembatan pada tahun ini. βMasih menunggu lelang,β ujarnya.
Terpisah Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga DPUPR Blora, Danang Adiamintara, mengaku prihatin dengan kejadian tersebut. Perbaikan jembatan segera dilaksakan tahun 2026 ini. βSaat ini proses tender pemilihan penyedian. sesuai jadwal insyaAllah dua minggu lagi sudah berkontrak,β ujarnya
Dikatakannya, jembatan tersebut putus karena diterjang banjir pada Desember 2025 lalu. βSebenarnya sudah kami lakukan penutupan supaya tidak dilalaui warga,β jelasnya.
Advertisement