Sudah Lebih dari 7 Tahun, Jalur Cepu-Randublatung Km 8 dan Sekitarnya Rusak Parah
Jalan lintas provinsi yang menghubungkan Kecamatan Cepu menuju Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, rusak parah. Warga menyebut, kerusakan jalan penghubung Kabupaten Blora dengan Kabupaten Purwodadi, Demak hingga Semarang ini, sudah lebih 7 tahun, rusak dan belum dibenahi.
Lokasi jalan yang rusak parah, di antaranya di sekitar kilometer (Km) 8 dan km 10, tepatnya di Dusun Ngasahan dan Dusun Betekan, Desa Ngraho, Kecamatan Kedungtuban, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Ada sekitar 3 kilometer di jalan beraspal tersebut rusak parah.
Banyak ditemukan jalan aspal berlubang, dengan diameter cukup besar. Di antaranya hingga 1,5 meter, dengan kedalaman antara 10 centimeter hingga 20 centimeter. Aspal banyak mengelupas dan terlihat kerikil berserakan mengganggu para pemakai jalan.
Kerusakan juga ditemukan di sekitar Makam Kembar Jape, Desa Sumberje, Kecamatan Randublatung, Blora. Di jalur tersebut, juga ditemukan banyak jalan rusak. Aspal mengelupas dan kerikil berserakan yang membahayakan pemakai jalan terutama sepeda motor. Debu beterbanganm terutama di musim kemarau.
Para pengendara mengeluhkan jalan yang rusak. Laju kendaraan harus lambat mengingat kondisi jalannya rusak parah. Kecepatan kendaraan, terutama roda empat, rata-rata menempuh dengan kecepatan antara 20 hingga 25 kilometer perjamnya. Akibatnya, banyak kemacetan di lokasi jalan rusak akibat laju kendaraan tidak berjalan normal. “Gimana mau kencang, jalan rusak parah,” ujar Agus, warga Cepu, yang tiap harus ke Randublatung, untuk bekerja, pada Ngopibareng.id, Kamis 3 Juli 2025.
Jalan rusak di Dusun Ngasahan dan Dusun Betekan, Desa Ngraho, Kecamatan Kedungtuban, Blora, diperkirakan sudah lebih dari 7 tahun lamanya. Setidaknya di era Bupati Blora Djoko Nugroho yang menjabat 20216-2021. Dan kini saat Bupati Blora dijabat Arief Rohman, jalan tersebut, juga belum ada perbaikan.
“Sudah lebih dari 7 tahun lamanya, jalan terutama panjang sekitar 3 kilometer di Dusun Ngasahan dan Dusun Betekan, Desa Ngraho, rusak parah,” imbuh Agus.
Sebagai catatan, Pemkab Blora akan menggunakan dana utangan dari Bank Jateng sebesar Rp215 miliar untuk memperbaiki jalan rusak di Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Sistem utang ini telah digunakan sebelumnya pada tahun 2021 dan dianggap sebagai solusi untuk membiayai pembangunan infrastruktur lebih awal.
Dikutip dari blorakab.go.id, dari data yang ada di DPUPR Blora, sejak Bupati Arief Rohman, dilantik 26 Februari 2021, di tahun 2021 Arief Rohman berhasil membangun hampir sekitar 40 Km dengan anggaran hampir Rp 90 Miliar.
Disusul di tahun 2022, panjang jalan yang dibangun meningkat menjadi sekitar 116 Km dengan anggaran hampir Rp 308 Miliar. Berikut tahun 2023, panjang jalan kabupaten di Blora yang berhasil dibangun meningkat.