Sidoarjo Jadi Kota Pertama Gelar Pameran Seni Digital Bertaraf Internasional
Unik dan berbeda. Biasanya, pameran seni identik dengan karya lukisan, kanvas berwarna, dan berbagai bentuk patung. Namun pengunjung tidak akan mendapati visual tersebut ketika memasuki ruang pameran seni digital.
Untuk pertama kalinya di Indonesia, sebuah pameran seni digital internasional resmi dibuka di Sidoarjo. Kolaborasi antara Institut Français Indonesia (IFI) Surabaya dengan Rumah Budaya Sidoarjo ini menampilkan karya sepuluh seniman yang mengeksplorasi tema besar: dunia digital dan relasinya dengan kekuasaan.
Direktur IFI Surabaya, Sandra ViVier, menjelaskan bahwa bagian pertama dari rangkaian pameran ini menyoroti sejarah internet. Menurutnya, penting bagi generasi muda memahami bahwa internet punya jejak panjang, bukan sekadar teknologi instan yang mereka temui sejak lahir.
“Kami ingin anak-anak muda mengenal sejarah internet, memahami bagaimana internet membentuk relasi kekuasaan dan konsumsi. Dari Mark Zuckerberg hingga aplikasi yang kita pakai sehari-hari, semua itu mencerminkan kekuatan digital yang memengaruhi kehidupan kita,” terang Sandra.
Pameran ini menampilkan karya yang tidak hanya berupa visual, tapi juga peristiwa dan performa digital. Beberapa seniman bahkan menggunakan internet untuk menciptakan komunitas baru, memberi ruang bagi kelompok minoritas agar lebih terlihat dalam ruang publik.
Sandra juga menyebut pemilihan Sidoarjo sebagai lokasi perdana di Indonesia bukan tanpa alasan.
“Rumah Budaya Sidoarjo adalah pusat kebudayaan yang inovatif, dekat dengan anak muda, dan selalu terbuka pada gagasan baru. Itu sebabnya kami merasa beruntung bisa memulai dari sini,” tambahnya.
Sementara itu, pengelola Rumah Budaya Sidoarjo, Satriagama Rakanaseta, menuturkan pameran akan berlangsung selama 8 hari, dimulai pada tanggal 29 Agustus hingga 5 September 2025.
“Hari ini memang private opening. Untuk publik, baru dibuka besok. Selain pameran utama, ada side event pada 30–31 Agustus serta 4–5 September berupa lokakarya, diskusi, dan pemutaran film. Detailnya bisa dilihat lewat medsos Rumah Budaya Sidoarjo,” jelas Satriagama, Kamis 28 Agustus 2025, petang.
Pameran ini juga menjadi bagian dari peringatan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia–Prancis. Dengan Sidoarjo sebagai pintu masuk, pameran seni digital berskala internasional ini diharapkan bisa memperluas apresiasi publik terhadap seni digital dan membawa perspektif baru tentang dunia internet.