Siapa Bilang Hormat Bendera itu, Syirik?
Sebagian kalangan mengatakan hormat bendera adalah perbuatan syirik (menyekutukan Allah). Tidak ada yang boleh diagungkan kecuali Allah. Benarkah pemahaman demikian?. Demikian pertanyaan diajukan ke Redaksi ngopibareng.id.
βBendera adalah tanda identitas sebuah negara di masa kini. Dahulu bendera digunakan orang Arab untuk menjadi tanda bagi masing-masing kabilah dan golongan. Setiap golongan menjaga betul kemuliaan benderanya. Setiap kali bendera terangkat, menunjukan keagungan sebuah suku.β
Demikian penjelasan M. Mubasysyarum Bih Ridlwan, Perumus Bahtsul Masail FMPP se-Jawa Madura, 2017.
Sebaliknya, menurutnya, bila bendera tersungkur dan direndahkan, menunjukan kehinaan sebuah kabilah. Dalam istilah arab bendera disebut dengan nama βal-Rayahβ atau βal-Liwaββ.
Dalam peristiwa perang Tabuk, pembawa bendera pasukan muslim adalah sahabat Zaid bin Haritsah. Setelah Zaid gugur, diambil alih oleh sahabat Jaβfar bin Abi Thalib. Ia berperang dan berjuang membawa bendera sampai terbunuh. Sepeninggal Jaβfar, secara bergantian bendera dipegang oleh Abdullah bin Rawahah, Tsabit bin Aqram al-βAjlani dan Khalid bin al-Walid.
Yang paling banyak menarik perhatian para sahabat pada waktu itu adalah perjuangan Jaβfar bin Abi Thalib mempertahankan eksistensi bendera sebagai simbol jati diri pasukan muslim. Ketika tangan kanannya terpotong, ia memegang bendera dengan tangan kiri. Saat tangan kirinya juga terpotong, ia mendekap bendera dengan kedua lengannya hingga ia terbunuh.
Melihat perjuangan Jaβfar mati-matian menjaga dan memuliakan bendera, Rasulullah sedikitpun tidak mengingkarinya. Bahkan Jaβfar didoakan Nabi agar kedua tangannya yang gugur diganti oleh Allah dengan kedua sayap di surga kelak. Karena doa Rasulullah tersebut, para ulamaβ menjuluki Jaβfar dengan sebutan al-Thayyar (yang terbang).
Bagi orang waras, seraya mengutip fatwa Syaikh Athiyyah Shaqr, Fatawa al-Azhar, setiap golongan pasti secara antusias menjaga bendera kebangsaannya, tidak rela apabila identitas bangsanya direndahkan. Bila bendera jatuh, maka secepatnya diangkat untuk menunjukan bahwa terdapat kekuatan besar dalam suatu bangsa yang dapat mengangkat harkat martabat mereka.
βDari keterangan di atas, dapat disimpulkan bahwa hormat bendera yang kita saksikan dalam berbagai momen kenegaraan menunjukan kecintaan kepada negara, tanda kepatuhan dalam satu komando serta semangat merawat dan membela tanah air,β tuturnya.
Makna menghormati bendera yang demikian sedikitpun tidak masuk dalam pengertian menyembah atau menuhankan bendera.
Dengan demikian, perlu dipertanyakan kewarasan sekelompok orang yang menganggap bahwa hormat bendera adalah bidβah atau menyembah kepada selain Allah. (adi)
Advertisement