SDN 2 Sawohan Terima 4 Murid Baru, Guru Tetap Berjuang di Tengah Keterbatasan
Semangat pendidikan di SDN 2 Sawohan, Dusun Kepetingan, Desa Sawohan, Kecamatan Buduran, Sidoarjo, tetap menyala meski berada di wilayah terpencil yang hanya bisa diakses menggunakan perahu kayu.
Pada tahun ajaran 2026/2027, sekolah dasar yang berada di kawasan pesisir tersebut menerima empat peserta didik baru. Jumlah itu memang tidak besar, namun menjadi harapan bagi keberlangsungan pendidikan anak-anak di Dusun Kepetingan.
Guru Kelas V SDN 2 Sawohan, Ahmad Fadholi, mengatakan, empat siswa baru tersebut terdiri atas dua siswa laki-laki dan dua siswi. Mereka mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bersama seluruh warga sekolah.
"Alhamdulillah masih kita dapat empat siswa," ujar Fadholi, Sabtu 18 Juli 2026.
Dengan tambahan tersebut, jumlah siswa SDN 2 Sawohan kini mencapai 27 anak. Rinciannya, kelas I berjumlah empat siswa, kelas II lima siswa, kelas III lima siswa, kelas IV lima siswa, kelas V lima siswa, dan kelas VI tiga siswi.
"Totalnya sejumlah 27 siswa-siswi," katanya.
Bagi para tenaga pendidik, mengajar di sekolah terpencil memberikan pengalaman yang tidak dapat ditemukan di tempat lain. Di balik akses yang sulit, mereka justru menemukan semangat belajar yang tinggi dari para siswa.
Menurut Fadholi, antusiasme anak-anak dalam mengikuti pembelajaran menjadi motivasi utama bagi para guru untuk terus mengabdi di wilayah pesisir tersebut.
"Sukanya kita bisa mengimplementasikan ilmu kita kepada anak-anak daerah terpencil. Mereka sangat antusias untuk menerima pelajaran," ungkapnya.
Namun, dedikasi itu harus dibayar dengan perjuangan setiap hari. Para guru harus menempuh perjalanan sekitar satu jam menggunakan perahu kayu untuk mencapai sekolah. Kondisi tersebut membuat mereka selalu mengutamakan faktor keselamatan selama perjalanan.
"Dukanya memang perjalanannya naik perahu, otomatis khawatir dengan keselamatan dan lain sebagainya," tuturnya.
Selain menghadapi akses transportasi yang terbatas, SDN 2 Sawohan juga rutin terdampak banjir rob. Air laut pasang kerap menggenangi ruang kelas sehingga kegiatan belajar mengajar harus diawali dengan kerja bakti membersihkan ruangan.
"Banjir rob itu kadang-kadang sampai naik ke dalam kelas, sehingga kita harus kerja bakti membersihkan ruangan kelas dan mengepel agar lantainya tidak kotor," jelasnya.
Dusun Kepetingan sendiri merupakan kawasan nelayan terpencil yang berjarak sekitar 12 kilometer dari pusat Kota Sidoarjo. Wilayah ini hanya dapat dijangkau menggunakan perahu kayu dengan waktu tempuh sekitar satu jam.
Selain dikenal sebagai lokasi wisata religi Makam Dewi Sekardadu, yang dipercaya sebagai ibu Sunan Giri, kawasan ini juga memiliki hutan mangrove yang menjadi salah satu destinasi wisata alam di Kabupaten Sidoarjo.
Di balik potensi wisata tersebut, banjir rob masih menjadi tantangan yang terus dihadapi masyarakat setempat, termasuk dunia pendidikan. Meski demikian, para guru di SDN 2 Sawohan tetap berkomitmen memberikan layanan pendidikan terbaik agar anak-anak di kawasan pesisir tetap memperoleh hak belajar yang layak.