Kejurprov Drum Band 2025 dan International Jember Marching Carnival, Meriah
Kejuaraan provinsi (Kejirprov) Drumband 2025 dan International Jember Marching Carnival (IJMC) mulai dihelat hari ini, Kamis, 13 November 2025.
Kegiatan yang dipusatkan di GOR PKPSO dan Alun-Alun Nusantara, hingga 16 November 2025 itu, berlangsung meriah. Diikuti peserta TK hingga SLTA dari kabupaten/kota se Jawa Timur.
Ribuan wisatawan.membanjiri Jember, hingga menggerakkan roda ekonomi masyarakat, di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif setempat.
Even Drumband Internasional diawali dengan Kejuaraan Provinsi Drum Band (Kejurprov) 2025 digelar oleh Persatuan Drum Band Indonesia (PDBI) Jawa Timur.
Dilanjutkan International Jember Marching Carnival (Night Street Parade Culture) yang diinisiasi oleh Indonesia Drum Corps Association (IDCA) Kabupaten Jember.
Para peserta berlomba menampilkan kekompakan, keindahan formasi, serta keterpaduan irama yang menjadi ciri khas olahraga drum band.
Selepas Kejurprov, berlanjut dengan International Jember Marching Carnival pada tanggal 15 dan 16 November 2025. Yakni,menampilkan parade malam spektakuler yang memadukan marching show, budaya, dan koreografi artistik di sepanjang ruas jalan utama kota Jember.
Bupati Jember, Muhammad Fawait, mengatakan, kegiatan ini juga diikuti peserta dari luar negeri. Yaitu, delegasi dari Filipina.
Tidak heran, jika kegiatan ini berdampak terhadap hotel-hotel di sekitar pusat kota yang dilaporkan mengalami peningkatan okupansi hingga lebih dari 90 persen.
Tidak hanya itu. Pelaku UMKM dan pedagang kuliner juga menikmati lonjakan penjualan selama perhelatan berlangsung. Kegiatan berskala nasional dan internasional tersebut menjadi bukti bahwa event budaya dapat menjadi penggerak ekonomi daerah.
“Setiap kegiatan besar yang diselenggarakan di Jember selalu memberikan efek domino bagi masyarakat. Bukan hanya sektor pariwisata yang hidup. Tetapi juga UMKM, kuliner, transportasi, hingga penginapan ikut bergerak,” ujarnya.
Gus Fawait menilai, konsep sport tourism seperti marching band menjadi peluang strategis untuk memperkenalkan Jember sebagai destinasi event dan budaya kelas dunia.
Drumband adalah olahraga yang punya daya tarik seni dan visual kuat, sehingga dinilai cocok dengan karakter Jember sebagai kota karnaval dan kota kreativitas.
Karena itu, Gus Fawait akan memasukkan kegiatan tersebut dalam kalender tahunan yang mendukung promosi wisata daerah.
“Kami akan terus mendukung kegiatan seperti ini. Kami juga akan memasukkan kegiatan ini ke dalam kalender tahunan Pemkab Jember," pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Jember, Bobby Arie Sandy, menyebutkan, selama event berlangsung, jumlah kunjungan wisata lokal meningkat signifikan.
Banyak wisatawan memanfaatkan momentum ini untuk berkunjung ke destinasi unggulan seperti Pantai Payangan, Rembangan, dan Taman Botani Sukorambi.
“Para tamu dari luar kota tidak hanya datang menonton parade. Tapi juga berwisata. Dampaknya terasa di sektor kuliner, penginapan, dan oleh-oleh khas Jember,” ujarnya.