Rafting Taklukkan Arus Besar di Kali Pekalen Probolinggo Bikin ‘Dag Dig Dug’
Musim hujan mengakibatkan debit dan arus sungai naik tajam, termasuk di Sungai Pekalen di Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo.
Ternyata, saat arus sungai di lereng Gunung Argopuro itu bergolak kencang, tidak menyurutkan aktivitas penggemar arung jeram (rafting).
Justru di musim hujan, yang sempat mengakibatkan delapan kecamatan di Kabupaten Probolinggo tergenang banjir bandang itu, objek wisata petualangan, rafting di Sungai Pekalen justru ramai didatangi pengunjung.
Wisatawan dari berbagai daerah mencoba menjajal adrenalin, yang membuat jantung berdegub kencang: dag, dig, dug!
“Benar-benar sensasional, berarung jeram saat puncak musim hujan, ketika arus sungai sangat kencang,” kata Ahmad Hadari, seorang wisatawan usai berarung jeram di Sungai Pekalen, Selasa, 20 Januari 2026.
Hal senada diungkapkan Imam Santoso, pengelola Pekalen Rafting. Ia mengakui, meskipun arus sungai sangat deras, masih bisa diarungi denga naman. Tentu saja dengan menerapkan sistem keamanan ketat disertai pemandu berpengamalan.
"Kami tetap beroperasi selama kondisi jeram dan aliran sungai masih dalam batas yang bisa dikendalikan. Musim hujan justru membuat arung jeram semakin menantang,” ungkap Imam.
Tentu saja sejumlah titik jeram di sepanjang Daeran Aliran Sungai (DAS) Pekalen semakin “membanting” perahu karet yang ditumpangi para penikmat olahraha ekstrem itu.
Mulai Jeram Bidadari, Jeram Lumba-lumba, hingga yang “terganas” Jeram Godbless semuanya dijamin menyapa para wisatawan secara mengesankan dan sensasional.
Seperti diketahui, nama-nama jeram itu diberikan spontan oleh warga yang berarung jeram dan warga sekitar sungai. Nama Jeram Bidadari misalnya, dikaitkan dengan para perempuan yang biasa mandi di sungai.
“Awalnya, saya penasaran, mengira ada bidadari turun dari langit kemudian mandi di sungai. Ternyata para bidadarinya didominasi nenek-nenek alias lansia,” ujar Titik, wisatawan asal Surabaya.
Sementara Jeram Godbless yang dikenal paling sangar karena paling panjang dengan arus deras bergulung-gulung paling dirindukan pengarung jeram.
“Dinamakan Godbless karena pengarung jeram biasanya spontan beristighfar, menyebut nama Tuhan ketika dibanting arus deras,” ujar seorang pemandu Rafting Pekalen.
Anda tertarik untuk berarung jeram di Sungai Pekalen, Kabupaten Probolinggo? Jeram-jeram di sungai siap membanting anda.