Dugaan Pembacokan, Puluhan Mahasiswa Papua Diperiksa Polisi
Puluhan mahasiswa Papua penghuni Asrama Mahasiswa Papua di Jalan Kalasan, Surabaya, kini tengah menjalani pemeriksaan di Mapolrestabes Surabaya.
Kapolrestabes Surabaya, Kombespol Rudi Setiawan mengatakan pemeriksaan terhadap mahasiswa Papua ini berkaitan dengan dugaan pembacokan yang dilakukan oknum mahasiswa terhadap anggota ormas, Rabu, 15 Agustus 2018 siang tadi.
"Tadi siang Polrestabes Surabaya telah menerima laporan pengaduan dari anggota organisasi masyarakat yang menjadi korban penganiayaan. Dalam laporannya bahwa korban diserang dan terluka bagian jari tangan," kata Rudi Setiawan, ditemui di kantornya, Rabu, 15 Agustus 2018.
Kata Rudi, berdasarkan laporan itu, polisi kemudian menindaklanjuti dengan upaya penyelidikan dan penyidikan. Pada malam harinya dilakukan olah TKP.
"Saya sudah perintahkan Kasat Reskrim untuk melakukan olah TKP untuk mencari barang bukti. Sementara waktu (asrama) kita tutup," ujarnya.
Sejumlah mahasiswa Papua, kata Rudi, kini tengah dimintai keterangan dengan berdasarkan bukti-bukti yang ada dari video.
"Sesuai dengan kewenangan kepolisian yang diatur oleh KUHAP dan undang-undang kepolisian, kami berhak memeriksa dan mengolah TKP," kata dia.
Lanjut Rudi, kurang lebih ada 25 mahasiswa yang akan diperiksa, sesuai dengan prosedur. Kepolisian juga akan melakukan olah TKP di tempat kejadian. Menurutnya, polisi punya kewenangan memeriksa semua barang yang tertinggal yang berhubungan dengan tindak pidana.
Kendati demikian, hingga kini, kata Rudi, belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka. (frd/wit)