Presiden Prabowo akan Merayakan Tahun Baru 2026 di Daerah Bencana Sumatra dan Aceh
Presiden Prabowo Subianto berencana menyambut Tahun Baru 2026 bersama para korban bencana banjir bandang dan tanah longsor di sejumlah wilayah, khususnya di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Rencana tersebut disampaikan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi usai mengikuti rapat evaluasi penanganan bencana di Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Senin, 29 Desember 2025 siang.
Prasetyo mengatakan Presiden Prabowo berencana mengunjungi langsung daerah terdampak bencana pada malam pergantian Tahun Baru 2026.
“Rencananya begitu,” kata Prasetyo.
Selain wilayah Sumatera, Presiden juga berencana mengunjungi lokasi terdampak bencana lainnya, menyesuaikan dengan kondisi di lapangan.
“Hal ini masih terus dibicarakan dan dilihat perkembangannya, karena tentu kita harus mengikuti kondisi di lapangan,” ujarnya.
Prabowo Sudah Beberapa Kali Kunjungi Lokasi Bencana
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah beberapa kali mengunjungi lokasi terdampak banjir di Sumatera. Terakhir, ia meninjau sejumlah titik bencana pada Kamis 18 Desember 2025.
Dalam kunjungan tersebut, Prabowo meninjau jembatan Bailey Mantuang di Padang Pariaman, serta melihat langsung proses pembangunan jalan di Lembah Anai, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat.
Sebelum ke dua titik itu, Presiden juga menyempatkan diri mengunjungi posko pengungsi di SD 05 Kayu Pasak Palembayan, Kabupaten Agam.
Prabowo Kirim Helikopter Pribadi ke Aceh
Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo telah mengirimkan helikopter pribadinya untuk digunakan oleh Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) dalam rangka mempermudah pemantauan wilayah terdampak bencana banjir dan longsor.
“Sejak minggu pertama bencana, Bapak Presiden langsung mengirimkan helikopter pribadi beliau ke Aceh untuk digunakan oleh Gubernur Aceh beserta timnya. Silakan digunakan untuk berkeliling Aceh,” ujar Teddy di Lanud Halim Perdana Kusuma, Senin (29/12/2025).
Teddy menegaskan, sejak hari pertama bencana, pemerintah telah memberikan upaya maksimal dalam penanganan di lapangan dan terus bergerak membantu masyarakat terdampak.
Ia juga merespons adanya perbandingan penanganan bencana saat ini dengan bencana-bencana sebelumnya.
“Setiap bencana memiliki tantangannya masing-masing, sehingga penanganannya juga bisa berbeda,” katanya.
Menurut Teddy, dalam kurun satu bulan pascabencana, pemerintah telah menunjukkan hasil konkret.
“Alhamdulillah, dalam satu bulan ini kita sudah melihat hasil nyata dari upaya penanganan bencana,” ujarnya.
Infrastruktur Mulai Pulih
Teddy menyebutkan, bencana banjir bandang dan longsor tersebut berdampak di tiga provinsi di Sumatera, dengan total sekitar 52 kabupaten terdampak.
Tercatat, sebanyak 78 ruas jalan nasional sempat terputus. Hingga satu bulan pascabencana, tinggal enam ruas jalan yang masih dalam proses penyambungan, masing-masing di wilayah Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.
Selain itu, bencana juga merusak sejumlah jembatan lintas kabupaten.
“Dalam satu bulan ini, sebanyak 12 jembatan dengan bentang sungai lebar, bahkan hingga 180 meter di Bireuen, sudah berhasil disambungkan kembali,” jelasnya.
Update Korban Meninggal
Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban meninggal dunia akibat bencana banjir bandang dan longsor ini mencapai 1.140 jiwa hingga Minggu 28 Desember 2025.
Selain itu, sebanyak 163 orang masih dinyatakan hilang, dan tim SAR di lapangan terus melakukan pencarian terhadap para korban.