Pramuka Jatim Tegas Dukung Program Pemerintah Wujudkan Ketahanan Pangan
Kepengurusan Kwartir Daerah (Kwarda) Pramuka Jawa Timur periode 2025-2030 resmi dikukuhkan Ketua Kwarnas Pramuka, Budi Waseso, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Rabu 11 Februari 2026.
Sebelum prosesi pengambilan sumpah jabatan, para pengurus baru membacakan Tri Satya Gerakan Pramuka.
Dalam kesempatan tersebut, Budi Waseso menyampaikan pesan agar Kwarda Pramuka Jatim terus mencetak generasi muda yang memiliki skill dan pengetahuan. Sehingga, bisa mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Khusus Jatim, ia menitip pesan agar selalu konsisten mendukung program pemerintah. Terutama terkait ketahanan pangan.
Dengan sosok Arum Sabil yang memiliki latar belakang pengusaha di bidang pertanian, Pramuka Jatim harus menjadi contoh sukses bagi pramuka di daerah lain.
Salah satu yang patut menjadi sorotan adalah petani. Menurutnya, saat ini petani kurang diminati anak muda sehingga dapat mengancam ketahanan pangan.
"Sekarang kalau kita bicara petani, petani ini tidak ada petani yang muda. Nah, kita sekarang mau menciptakan petani milenial. Kita edukasi di dalam kepramukaan dan memberikan pemahaman bahwa petani itu bukan hal yang negatif atau hal tidak menjanjikan," kata pria yang akrab disapa Buwas itu.
Petani millenial, kata Buwas, menjadi hal penting dalam ketahanan pangan karena menguasai teknologi baru yang mulai bermunculan. Karena itu, perlu edukasi dari pramuka kepada kader-kadernya.
"Sekarang ternyata dengan petani-petani muda yang mengikuti teknologi pertanian bisa survive,. Ternyata bisa jadi punya penghasilan yang luar biasa. Inilah yang harus kita berikan pemahaman kepada generasi muda sehingga nanti lahirlah petani-petani milenial itu," tuturnya.
Apabila semakin banyak generasi muda mau bertani atau paham dunia pertanian, mantan Dirut Bulog itu optimis program pemerintah untuk swasembada pangan bisa tercapai.
Sementara itu, Arum Sabil selaku Kakwarda Jatim menegaskan komitmen untuk mendukung program di bidang pangan dan energi terbarukan dengan menggagas kegiatan Pramuka Produktif.
"Jadi kita terus bersinergi melanjutkan program itu untuk lebih bisa menghasilkan yang optimal terutama di bidang pangan, pertanian, peternakan, dan perkebunan," tegas Arum.
Dengan teknologi dan para expert yang ada, Arum mengatakan, akan membagikan skill dan ilmu pengetahuan kepada generasi muda Pramuka agar memiliki kemampuan di bidang pertanian.
"Bagi mereka yang memiliki ilmu di bidang pertanian, baik teknologi pertanian dan lain-lainnya apakah tentang tanah, tentang hama dan penyakit. Kalau memang mereka punya kebun, punya lahan sendiri maka mereka terintegrasi. Kalau tidak, maka mereka bagian dari dunia pertanian itu. Menjadi pendamping, memberikan edukasi, hadir di tengah-tengah dunia pertanian," pungkasnya.