Khofifah Terima Dubes Swedia, Jatim Buka Peluang Investasi Transportasi dan Pendidikan
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima kunjungan Duta Besar Swedia untuk Indonesia, Daniel Blockert, di Gedung Negara Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Kamis 12 Februari 2026. Pertemuan ini bukan sekadar kunjungan formal, tapi jadi ajang penjajakan peluang baru untuk mendorong percepatan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi Jawa Timur.
Suasananya hangat dan penuh optimisme. Kedua pihak sama-sama melihat ada ruang besar untuk kolaborasi yang lebih konkret ke depan. Fokusnya bukan hanya investasi umum, tapi langsung mengarah ke sektor-sektor strategis.
Daniel Blockert menjelaskan bahwa selama ini banyak perusahaan Swedia masih berfokus mengembangkan usaha di Jakarta. Namun, ke depan arah ekspansi mulai melirik Jawa Timur. Alasannya cukup jelas: pasar besar, pertumbuhan ekonomi stabil, dan basis industri yang terus berkembang.
Menurutnya, Jatim punya kombinasi menarik antara jumlah penduduk, kekuatan sektor riil, serta konektivitas wilayah. Itu jadi faktor penting bagi investor luar negeri saat menentukan lokasi pengembangan bisnis.
Beberapa sektor yang langsung dibahas dalam pertemuan tersebut antara lain transportasi publik, pendidikan, kesehatan, dan pertambangan. Dari semua itu, transportasi umum dan pendidikan disebut berpotensi jadi prioritas awal kerja sama investasi.
Daniel menyebut diskusi yang berlangsung membuka banyak pintu peluang. Ia melihat pembicaraan ini sebagai langkah awal dari kerja sama jangka panjang yang lebih luas antara Swedia dan Jawa Timur.
Sementara itu, Khofifah menyambut positif minat investor dan pemerintah Swedia untuk memperluas jejaring usaha di Jatim. Menurutnya, kolaborasi internasional seperti ini penting untuk memperkuat ekosistem pembangunan daerah, terutama di sektor layanan publik dan peningkatan kualitas SDM.
Ia juga berharap hasil pertemuan tidak berhenti di level wacana. Tindak lanjut teknis diharapkan segera dilakukan oleh tim Kedutaan Besar Swedia bersama jajaran Pemprov Jatim dan pelaku usaha yang terlibat.
Dengan sinyal awal yang sudah kuat, kerja sama Jatim–Swedia ini berpotensi membuka babak baru investasi berbasis kualitas, teknologi, dan keberlanjutan. Cocok dengan arah pembangunan daerah yang makin fokus pada layanan publik modern dan ramah lingkungan.