Persiba Balikpapan Klarifikasi Kasus Dugaan Narkoba Direktur Teknis
Direktorat Tindak Pidana Narkoba Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri menangkap Direktur Teknis klub sepak bola Persiba Balikpapan, Catur Adi Prianto. Hal ini terkait kasus dugaan narkoba dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).
Namun demikian, lokasi penangkapan tidak disebutkan secara detail. Peristiwa ini terjadi pada Minggu, 9 Maret 2025. Saat ini, proses pemeriksaan masih dilakukan penyidik Subdit V Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri.
Menanggapi pemberitaan tersebut, manajemen klub menegaskan dalam pernyataan resmi yang diunggah di akun resmi Instagram @persibabpp, kejadian tersebut merupakan persoalan pribadi yang tidak terkait langsung dengan aktivitas tim maupun jalannya kompetisi Liga 2.
Dengan komitmen yang kuat dari manajemen, pemain, dan dukungan penuh dari para tokoh daerah, Persiba optimistis dapat menjaga tren positifnya di Liga 2 dan membawa kembali kejayaan Beruang Madu di kancah sepak bola nasional.
Terpisah, Ketua DPRD Balikpapan sekaligus Pembina Persiba, Alwi Al Qadri menegaskan, Catur Adi Prianto tidak memiliki posisi sebagai petinggi di squad Beruang Madu tersebut.
Menurut Alwi, Catur Adi Prianto hanya menjabat sebagai pengurus atau Direktur Teknis untuk membantu Persiba di Liga 2 musim 2024/2025.
"Yang mendanai Persiba adalah saya bersama Pak Walikota dan beberapa sponsor. Kebetulan kemarin dia ditunjuk jadi Direktur Teknik untuk membantu tim di musim ini saja. Kalau diisukan dia yang mendanai Persiba, saya pastikan tidak," tegasnya.
Berikut ini isi lengkap pernyataan Persiba Balikpapan terkait penangkapan Direktur Teknis Klub:
"Menanggapi pemberitaan yang beredar di berbagai media terkait salah satu anggota manajemen Persiba Balikpapan pada musim lalu | Liga 3 | yang kini tengah menjalani proses hukum, dengan ini kami menyampaikan bahwa hal tersebut merupakan masalah pribadi yang tidak ada kaitannya dengan Persiba Balikpapan.
Persiba Balikpapan menghormati sepenuhnya proses hukum yang sedang berjalan dan menyerahkan sepenuhnya kepada pihak yang berwenang untuk menangani perkara tersebut sesuai ketentuan yang berlaku. Karena hal tersebut bukan bagian dari tugas atau fungsi yang bersangkutan dalam struktur klub, Persiba Balikpapan tidak akan turut serta dalam proses tersebut.
Kami juga menegaskan bahwa situasi ini tidak mengganggu ataupun mempengaruhi fokus dan arah tim dalam mempersiapkan diri menyambut kompetisi Liga 2. Persiba Balikpapan tetap fokus menjalankan program yang telah dirancang sebagai bagian dari komitmen menuju musim baru. Seluruh elemen klub yaitu pemain, staf pelatih, dan jajaran internal tetap solid dan berkomitmen penuh menatap musim mendatang dengan semangat yang tinggi.
Sebagai bagian dari langkah pembenahan dan kesiapan menghadapi Liga 2, Persiba Balikpapan juga akan melakukan perubahan dalam struktur manajemen. Hal ini merupakan bagian dari komitmen klub untuk terus berbenah dan membangun fondasi yang lebih kuat, baik di dalam maupun di luar lapangan.
Dukungan dan kepercayaan dari masyarakat serta para pendukung Persiba Balikpapan adalah kekuatan besar bagi kami untuk terus melangkah maju. Kami berharap publik dapat menyikapi situasi ini dengan bijak, dan terus memberikan dukungan kepada tim dalam menyongsong kompetisi yang akan datang.
Demikian pernyataan ini kami sampaikan sebagai bentuk tanggung jawab informasi kepada publik dan seluruh pihak yang peduli terhadap Persiba Balikpapan."