Perkuat Sinergi dengan Pemkab Blora, Pertamina EP Cepu Segera Tajak Sumur Eksplorasi DRJ 001
Pertamina EP Cepu, kembali melakukan sosialisasi rencana pengeboran Sumur Eksplorasi DRJ 001 di Hotel Azana Garden Hill, Blora, pada Rabu 24 September 2025. Hadir pada kesempatan itu, perwakilan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Blora.
Pertemuan ini menjadi kelanjutan dari sosialisai sebelumnya bersama masyarakat sekitar lokasi pegeboran pada 17 September 2025 lalu di Pendopo Kecamatan Kradenan.
Head of Communication Relations & CID Zona 11, Ahmad Setiadi, menjelaskan, keterlibatan Forkopimda merupakan langkah penting untuk memastikan seluruh pihak memiliki pemahaman yang sama mengenai rencana kegiatan eksplorasi ini.
“Sosialisasi hari ini kami laksanakan sebagai bentuk transparansi dan keterbukaan informasi. Dengan melibatkan Forkopimda, kami berharap dukungan lintas sektor semakin kuat sehingga kegiatan pengeboran dapat berjalan aman, lancar, dan sesuai harapan,” ujar Setiadi.
Sementara itu, Bupati Blora yang diwakili oleh Asisten Setda Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Dasiran, menyampaikan apresiasinya atas keterbukaan Pertamina EP Cepu dalam melakukan sosialisasi rencana kerja.
“Kami berharap kegiatan pengeboran ini dapat berjalan tanpa kendala dan membawa manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya yang berada di sekitar lokasi pengeboran. Potensi sumber daya alam di Kabupaten Blora jika dikelola dengan baik akan memberikan manfaat besar bagi negara, daerah, dan masyarakat,” ungkap Dasiran.
Tajak DImulai Pada Akhir September 2025
Untuk diketahui, proyek pengeboran ini ditargetkan dimulai pada akhir bulan September 2025 ini.
"Pengeboran sumur Darajingga 001 yang rencananya akan segera kita mulai. Semoga bisa kita segera mulai di akhir bulan ini," ujar Senior Geoscientist Exploration Operation, Tutus Fidiatmoko.
Tutus menekankan, pentingnya sumur ini dalam strategi jangka panjang sebagai peningkatan cadangan migas nasional. Dalam kesempatan itu, dia memaparkan rencana teknis operasi tersebut.
Lima Trayek Pengeboran untuk Mencapai Target Formasi Kujung
Tutus menjelaskan, pengeboran sumur DRJ 001 akan dibagi menjadi lima trayek atau tahapan utama untuk mencapai target formasi penghasil migas di bawah tanah. Trayek Pertama, dimulai dengan pembukaan awal (Section 36 inch) dan pemasangan casing 30 inch hingga kedalaman kurang lebih 100 meter.
Kemudian trayek Kedua, dilanjutkan dengan pengeboran menggunakan mata bor 26 inch hingga kedalaman kurang lebih 890 meter, diikuti dengan pemasangan casing 20 inch. Selanjutnya, pada trayek ketiga, pengeboran menggunakan mata bor 17,5 inch mencapai kedalaman 2.100 meter, kemudian dipasang casing 13 3/8 inch.
Sementara, pada trayek keempat, menggunakan mata bor 12 1/4 inch hingga kedalaman 3.260-3.280 meter, dilanjutkan pemasangan casing 9 5/8 inch.
"Trayek Target (red terakhir), di section target kita itu yang akan kita tuju yang sudah terkenal di sekitar Cepu, Blora, Bojonegoro, yaitu Formasi Kujung," jelas Tutus.
Pengeboran pada tahap akhir ini akan menggunakan mata bor hingga mencapai total kedalaman 3.530 meter. Setelah mencapai kedalaman target, akan dilakukan pemasangan casing atau pipa selubung 7 inch, dan dilanjutkan dengan pengetesan laju aliran produksi untuk memastikan keberadaan dan potensi hidrokarbon.
Total Durasi Operasi 101 Hari
Secara total, lanjut Tutus, durasi operasi pengeboran Sumur DRJ 001 direncanakan berlangsung selama 101 hari. Durasi ini terbagi menjadi dua fase utama. Pada Fase Drilling Hole Basis, pengeboran dari awal hingga pemasangan pipa selubung, diperkirakan memakan waktu 71 hari.
Kemuduan pada Fase Completion Hole Basis, thap pengetesan sumur (testing laju aliran produksi) yang memakan waktu kurang lebih 40 hari.
"Kita semua berharap dan berdoa operasi ini bisa berjalan dengan lancar, aman, dan selamat sampai dengan selesai dan menghasilkan hidrokarbon atau migas yang kita harapkan bersama," ujar Tutus Fidiatmoko.