Perkuat Langkah Global, PENS Kirim 54 Mahasiswa Mobilitas ke China dan Taiwan
Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) semakin gencar memperluas jangkauan pendidikan ke kancah global. Sebanyak 54 mahasiswa resmi dilepas di Gedung Teater PENS pada Kamis 20 Agustus 2026 sore untuk mengikuti program mobilitas internasional di sejumlah kampus mitra yang tersebar di China dan Taiwan. Rangkaian pelepasan tersebut diakhiri dengan sesi foto bersama di area lobi Gedung Pascasarjana PENS.
Sebanyak empat perguruan tinggi luar negeri menjadi tujuan para mahasiswa ini. Rinciannya, tujuh mahasiswa menuju Shandong University of Science and Technology (SDUST) di China, tiga mahasiswa ke Cheng Shiu University (CSU) di Taiwan, 19 mahasiswa di National Formosa University (NFU) di Taiwan, serta 25 mahasiswa di St. John’s University, Taiwan.
Direktur PENS, Arif Irwansyah, menyampaikan bahwa program ini menjadi sarana krusial bagi mahasiswa untuk memperkaya wawasan akademik sekaligus mengasah keterampilan global. Menurutnya, para peserta dituntut untuk mudah beradaptasi, menjalin jejaring, serta mampu berkomunikasi dan bekerja sama lintas budaya di lingkungan baru.
“Program mobilitas internasional ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman belajar yang lebih luas, tidak hanya secara akademik, tetapi juga dalam membangun kemandirian, kemampuan beradaptasi, jejaring, serta pengalaman berinteraksi dalam lingkungan global,” ujar Arif.
Ia turut berharap seluruh pengalaman berharga yang didapat selama program dapat dibawa kembali untuk memberi manfaat nyata bagi mahasiswa sendiri, institusi PENS, dan masyarakat luas.
Di kesempatan terpisah pada Jumat 21 Agustus 2026, Wakil Direktur Bidang Kerja Sama, Hubungan Masyarakat dan Sistem Informasi PENS, Firman Arifin, berpesan agar para mahasiswa senantiasa menjaga nama baik almamater dan negara selama berada di mancanegara.
“Berangkatlah sebagai pembelajar, hadir sebagai duta bangsa dan duta PENS. Di mana pun berada, jangan pernah meninggalkan identitas PENS: JOSS -Jujur, Orisinil, Semangat, dan Santun,” kata Firman.
Firman menegaskan bahwa menjadi bagian dari masyarakat global bukan berarti menanggalkan jati diri. Sebaliknya, momen ini merupakan panggung untuk menunjukkan keunggulan akademik, integritas, kesantunan, keahlian beradaptasi, serta rasa hormat terhadap budaya setempat.
“Bangun ilmu, pengalaman, dan jejaring sebanyak-banyaknya, lalu pulanglah untuk memberi dampak,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Urusan Internasional (KUI) PENS, Iwan Syarif, menjelaskan bahwa pelepasan 54 mahasiswa ini merupakan wujud komitmen kampus dalam membuka akses pendidikan internasional seluas-luasnya. Selain memberikan wawasan global bagi mahasiswa, program ini menjadi jembatan strategis untuk mempererat kemitraan dengan perguruan tinggi luar negeri.
“Keberangkatan 54 mahasiswa ke China dan Taiwan ini bukan hanya memberikan pengalaman internasional bagi mahasiswa, tetapi juga semakin memperkuat jejaring dan membuka ruang kolaborasi PENS dengan berbagai perguruan tinggi mitra di luar negeri,” kata Iwan.
Iwan berharap hubungan baik ini tidak berhenti pada pertukaran mahasiswa saja, melainkan berlanjut ke kerja sama akademik yang lebih komprehensif, mulai dari bidang riset hingga inovasi.
Langkah PENS melepas puluhan mahasiswanya ke China dan Taiwan menjadi bagian dari visi mencetak lulusan berdaya saing internasional yang tetap memegang teguh karakter bangsa. Bagi PENS, agenda internasionalisasi bukan sekadar mengirim mahasiswa ke luar negeri, melainkan investasi jangka panjang untuk membangun jejaring kolaborasi dan menghadirkan kontribusi nyata saat mereka kembali ke Tanah Air.