Penggelapan Uang Jaket BEM Unair, Dua Pejabat Mundur
Pejabat organisasi mahasiswa di Universitas Airlangga mengundurkan diri dari jabatannya. Hal itu terlihat pada surat pernyataan yang diunggah Instagram resmi Dewan Legislatif Mahasiswa Unair @dlm.unair. Berikut penjelasannya:
Pejabat Minta Maaf
Dalam surat yang ditandatangani lengkap dengan materai bertanggal Jumat, 9 Juli 2021 itu, menyebut alasan pengunduran dirinya. Dia merasa bertanggung jawab atas permasalahan yang menyeret namanya dalam kasus pengadaan jaket BEM Unair. Dia juga meminta maaf kepada pihak yang dirugikan dalam kasus itu.
Bentuk Tanggung Jawab Moral
Dalam surat tersebut, dia menyadari permasalahan yang terjadi atas kasus pengadaan disebabkan pola manajerial serta komunikasi internal yang tak baik. Sedangkan dia adalah orang yang paling bertanggungjawab atas hal itu. Gagal menjalankan tanggung jawab dan kewenangannya.
Selain itu, dia juga memahami besarnya desakan publik agar kasus pengadaan jaket BEM Unair segera menemukan jalan keluar. Dia lantas mempertimbangkan solusi yang disarankan pihak lain. Terakhir, pengunduruan ini sebagai tanggung jawab moralnya atas kesalahan dan kegagalannya.
Selanjutnya, dia juga mengungkapkan rasa terimakasihnya atas dukungan yang telah diberikan. Berikutnya, dia akan berusaha tetap menjadi rekan yang baik. Sementara, surat itu ditujukan kepada Rektor Unair dan ditembuskan kepada badan mahasiswa lainnya.
Kontak Rektor dan Wakil Ketua BEM
Melansir LPM Mercusuar Unair, sebelum mengundurkan diri, pengurus ini Unair sebelumnya sempat menghubungi beberapa pihak.
Pejabat Lain juga Mundur
Selain itu, ada pengurus lain yang disebut dalam kasus ini menyusul langkah pengurus sebelumnya. Pengunduran diri juga diunggah akun yang sama.
Di dalam surat yang ditujukan kepada legislatif mahasiswa itu, dia menyebut lima poin. Pertama, dia bertanggung jawab atas kasus pengadaan jaket BEM Unair yang menyeret namanya.
Kedua, dengan sadar dia mengaku terlibat atas kasus pengadaan jaket BEM itu. Ketiga, dia menyatakan permintaan maafnya kepada pengurus lainnya atas kelalaiannya.
Keempat, dia bersedia bertanggungjawab atas kelalaian yang dia perbuat. Terakhir, meminta maaf kepada sivitas akademik Unair dan organisasi mahasiswa lainnya. Dia berharap, ke depannya tidak akan terulang kasus serupa.