Pengemudi Innova yang Diduga Halang-halangi Ambulans di Tuban Akhirnya Minta Maaf
Pengemudi mobil Toyota Kijang Innova yang diduga menghalang-halangi laju mobil ambulans yang membawa pasien kritis akhirnya meminta maaf secara terbuka.
Dalam video klarifikasi itu, pengemudi mobil Toyota Kijang Innova, Hendrik Susanto mengaku khilaf, ia meminta maaf kepada Pimpinan Puskesmas Parengan beserta kepada pengemudi mobil ambulans yang sempat terlibat cekcok denganya.
"Assalamualaikumwarahmatullahi wabarakatuh, saya Hendrik Susanto selaku sopir mobil Innova mengucapkan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada pimpinan Puskesmas Parengan dan sopir ambulan seluruhnya, khususnya kepada sopir ambulans Puskesmas Parengan. Saya benar-benar meminta maaf sebesar-besarnya atas kejadian kemarin. Wassalamualaikumwarahmatullahiwabarakatuh," ujar pengemudi mobil Kijang Innova dalam video klarifikasi tersebut.
Sementara itu, Kapolsek Parengan Iptu Ramelan menuturkan, bahwa pengemudi mobil Toyota Kijang Innova telah meminta maaf secara terbuka atas kejadian kemarin. "Iya, pengemudi mobil Innova menyampaikan permohonan maaf ," terang Kapolsek, Jumat 19 September 2025.
Selain meminta maaf secara terbuka, pengemudi mobil Kijang Innova juga telah dipertemukan dengan pihak Puskesmas, pada Kamis 18 September 2025. Mediasi yang dijembatani oleh Polsek Parengan itu kedua belah pihak sepakat berdamai.
Sebelumnya, Kapolsek Parengan mengungkapkan kronologi peristiwa itu berawal saat dua mobil ambulans dari Puskesmas Parengan dan Puskesmas Ponco sedang membawa pasien emergency korban Kecelakaan Lalu Lintas (Lakalantas) ke RSUD Dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro
Saat di Jalan Raya Parengan-Ponco dua mobil ambulans tersebut berjalan beriringan, namun ditengah perjalanan di depan mobil ambulan tersebut terdapat mobil Toyota Kijang Innova dan Truk.
"Saat itu, truk menepi untuk memberikan kesempatan mobil ambulan lewat, tetapi mobil Innova ini mau mendahului ragu-ragu. Ketika ambulan mendahului, mobil Innova ikut mendahului sehingga terjadi benturan antara mobil Innova dan mobil ambulan," terang Kapolsek.
Mobil ambulans pun langsung melintas karena membawa pasien dalam kondisi darurat. Sedangkan mobil Toyota Kijang Innova mengejar mobil ambulan sehingga terjadi kejar-kejaran. Setelah terjadi kejar-kejaran, mobil Toyota Kijang Innova memotong laju mobil ambulan dan menyuruh mobil ambulans berhenti.
Namun, pengemudi mobil ambulans tak menghiraukannya dan mobil Toyota Kijang Innova masih terus mengejar. Selanjutnya pengemudi mobil ambulans turun dan menghampiri pengemudi mobil Toyota Kijang Innova dan memperlihatkan pasien yang ada di dalam mobil ambulans dalam kondisi emergency atau darurat.
"Pengemudi mobil ambulans berinisiatif untuk berhenti sejenak, dan pengemudi mobil Innova malah marah-marah karena dikira tidak membawa pasien emergency. Lalu pengemudi ambulan memperlihatkan kepada pengemudi mobil Innova bahwa pasien yang dibawa ini dalam kondisi emergency," tandasnya.
Pengemudi mobil Toyota Kijang Innova pun akhirnya dapat menerima. Disamping itu, pengemudi mobil ambulan juga menyampaikan, apabila tidak terima agar diselesaikan di Rumah Sakit setelah pasien diturunkan.
"Kemarin di tunggu di rumah sakit pengemudi mobil Innova tidak datang. Dan videonya viral," imbuhnya.
Setelah Polsek Parengan melakukan penelusuran, diketahuilah identitas pengemudi mobil Toyota Kijang Innova itu. Selanjutnya, pada Kamis 18 September 2025 Polsek memediasi kedua belah pihak dan dalam mediasi itu, pengemudi mobil Toyota Kijang Innova meminta maaf.
"Kita memediasi antara pengemudi mobil Innova dengan Kepala Puskesmas, alhamdulillah hasilnya diselesaikan kekeluargaan dan yang pengemudi mobil Innova meminta maaf," pungkasnya.
Advertisement