Penampilan Persebaya Menurun, Posisi ke-7 Jadi Sinyal Krisis Tim Bajul Ijo
Performa Persebaya Surabaya tengah menjadi sorotan setelah turun ke posisi ke-7 klasemen sementara BRI Super League musim 2025/26. Hasil ini menjadi sinyal bahaya bagi tim berjuluk Bajul Ijo yang sebelumnya sempat bersaing di papan atas.
Dalam lima laga terakhir, Persebaya menunjukkan tren negatif. Mereka hanya mampu meraih satu kemenangan, sementara empat pertandingan lainnya berakhir dengan hasil kurang memuaskan. Penurunan ini berdampak langsung pada posisi klasemen dan peluang bersaing di jalur juara.
Pelatih Bernardo Tavares menilai merosotnya performa tim tidak lepas dari minimnya persaingan di dalam skuad. Menurutnya, badai cedera yang menimpa sejumlah pemain kunci membuat intensitas latihan menurun dan berdampak pada motivasi pemain.
“Hal-hal ini hanya dapat kita tingkatkan di masa depan jika kita memiliki persaingan di dalam skuat,” ujar pelatih asal Portugal tersebut.
Ia menegaskan bahwa kompetisi internal merupakan faktor krusial dalam menjaga konsistensi performa tim. Setiap pemain, kata dia, harus merasa posisinya terancam jika tidak tampil maksimal.
“Sangat penting bagi para pemain untuk merasa bahwa jika saya tidak memberikan 200% dalam latihan dan pertandingan, saya bisa kehilangan tempat di tim utama,” tambahnya.
Namun kondisi yang terjadi saat ini justru sebaliknya. Banyaknya pemain yang absen membuat opsi rotasi menjadi terbatas. Situasi ini berdampak pada menurunnya kualitas permainan tim secara keseluruhan.
Kerapuhan terlihat jelas di lini belakang. Absennya sejumlah pemain kunci serta minimnya variasi strategi membuat Persebaya kesulitan menjaga konsistensi permainan di setiap laga.
“Jika banyak pemain cedera dan kami tidak memiliki cukup pemain untuk bersaing, maka situasinya akan sulit,” pungkas Tavares.
Klasemen Sementara BRI Super League 2025/26 (Pekan ke-25)
Persib Bandung – 58 poin
Borneo FC Samarinda – 54 poin
Persija Jakarta – 52 poin
Malut United FC – 45 poin
Persita Tangerang – 41 poin
Bhayangkara Presisi Lampung FC – 41 poin
Persebaya Surabaya – 39 poin
PSIM Yogyakarta – 38 poin
Dengan selisih poin yang cukup ketat di papan tengah, Persebaya masih memiliki peluang untuk bangkit. Namun, perbaikan performa dan kembalinya pemain inti dari cedera menjadi kunci utama jika ingin kembali bersaing di papan atas klasemen.
Advertisement