Pemkab Lamongan Selain WFH, Tetapkan Hemat Energi dan Pangkas Perjalanan Dinas Hingga 50 Peraen
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan merespon kebijakan pemerintah pusat terkait kerja dari rumah atau work from home (WFH) bagi aparat sipil negara (ASN) setiap Jumat.
Hanya, pelaksanaannya tidak diberlakukan secara merata. Pejabat eselon dua tiga tetap masuk kerja. Termasuk para camat.
"ASN di lingkungan dinas atau kantor terkait pelayanan masyarakat tetap masuk seperti biasa," kata Kepala Dinas Kominfo Pemkab Lamongan, Sugeng Widodo. Rabu April 2026, petang.
Lebih jauh Sugeng Widodo menjelaskan, kebijakan efisiensi yang dijalankan Pemkab Lamongan tidak hanya WFH saja. Secara fisik, juga menjalankan program hemat energi.
Di antaranya, menghemat penggunaan listrik dan air di lingkungan perkantoran. Dicontohkan, jika sebelumnya lampu atau komputer tetap dalam kondisi hidup meskiiu tidak terpakai, kini harus dimatikan.
Tidak hanya itu. Efisiensi juga diberlakukan dengan penghematan biaya perjalanan dinas. Ini terkait dengan penghematan bahan bakar minyak (BBM) dan pengeluaran biaya lainnya.
" Untuk perjalanan dinas ini penghematan yang diberlakukan mencapai lima puluh persen," terangnya.
Sementara itu, terkait efisiensi ini beberapa dinas dan kantor pemerintahan di Lamongan juga memunculkan kreatifitasnya masing-masing.Β
Salah satu cara yang sudah dipraktikkan, ada beberapa dinas yang pegawainya memilih bersepeda pancal.Β
"Beberapa staf kami malah memilih bersepeda pancal. Itu dilakukan atas kesadaran mereka sendiri, " tutur Kepala Dinas Sumber Daya Air, Erwin.
Advertisement