Senjata Makan Tuan, Pemburu Burung di Jember Tewas Tertembak Senapan Sendiri
M. Yusuf Hariawan, 35 tahun, warga Dusun Kapuran, Desa Grenden, Kecamatan Puger, Jember, seorang pemburu burung meninggal dunia setelah diduga tertembak senapan angin milik sendiri saat berburu.
Kejadian di area tegal Dusun Kepel, Desa Ampel, Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember, Selasa, 21 Juli 2026 pagi itu, diduga kuat akibat senjata milik korban eror.
Kapolsek Wuluhan, Iptu Handoko, mengatakan, korban berangkat berburu bersama seorang rekannya sekitar pukul 05.00 WIB dengan membawa senapan angin panjang. Sebelum berburu, keduanya sempat berhenti di sebuah warung kopi yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian.
"Korban datang bersama rekannya untuk berburu burung. Sebelum menuju lokasi, mereka sempat mampir ke warung kopi di dekat tempat kejadian," ujarnya, Rabu, 22 Juli 2026.
Sekitar pukul 05.30 WIB, korban berjalan menuju area tegal sambil membawa senapan angin. Sementara rekannya tetap berada di warung sambil memutar suara burung perkutut sebagai pemancing. Korban beberapa kali kembali ke warung untuk meminum kopi yang telah dipesannya.
"Korban sempat dua kali kembali ke warung untuk minum kopi, kemudian kembali lagi ke lokasi perburuan," katanya.
Sekitar pukul 06.00 WIB, korban kembali ke warung untuk ketiga kalinya dalam kondisi memegangi perut sebelah kanan. Korban meminta pertolongan kepada rekannya sambil mengaku tertembak oleh senapannya sendiri.
"Korban datang sambil berkata kepada rekannya bahwa dirinya tertembak. Rekan korban bersama pemilik warung kemudian memberikan pertolongan," ungkapnya.
Pemilik warung kemudian melihat senapan angin milik korban tergeletak sekitar 12 meter dari warung dan meminta rekan korban mengamankannya. Warga selanjutnya menghubungi Polsek Wuluhan.
Petugas kepolisian bersama tenaga medis dari Puskesmas Lojejer yang datang ke lokasi melakukan pemeriksaan. Hasil pemeriksaan luar menemukan luka di bawah rusuk kanan yang diduga akibat proyektil senapan angin yang menembus paru-paru.
"Dari hasil pemeriksaan luar, hanya ditemukan luka tembak di bawah rusuk kanan. Tidak ada tanda-tanda kekerasan lainnya," jelasnya.
Berdasarkan keterangan saksi dan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi menduga insiden tersebut merupakan kecelakaan akibat kelalaian saat menggunakan senapan angin.
Diduga senapan mengalami gangguan atau terpicu saat dibawa korban sehingga peluru mengenai tubuhnya. Namun, penyebab pasti tidak dapat dipastikan karena pihak keluarga menolak proses autopsi.
"Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah, menolak autopsi maupun proses hukum, dan telah membuat surat pernyataan. Jenazah kemudian diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan," pungkasnya.