Hardiknas 2025: Kemdiktisaintek Luncurkan Program “Diktisaintek Berdampak” sebagai Arah Baru
Dalam rangka Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2025, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) resmi meluncurkan program nasional bertajuk “Diktisaintek Berdampak”. Program ini menjadi tonggak penting dalam transformasi sistem pendidikan tinggi, sains, dan teknologi di Indonesia menuju arah yang lebih inklusif, kolaboratif, dan berorientasi pada dampak nyata bagi masyarakat.
Acara peluncuran digelar di Graha Diktisaintek, Senayan, Jakarta, dan dihadiri lebih dari 300 peserta dari berbagai pemangku kepentingan, termasuk pimpinan perguruan tinggi, perwakilan DPR dan DPD RI, LLDikti, mitra industri, serta aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) nasional.
“Diktisaintek Berdampak”: Langkah Strategis Menuju Indonesia Emas 2045
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, menegaskan bahwa Diktisaintek Berdampak adalah gerakan strategis yang mendukung pencapaian visi Indonesia Emas 2045 melalui penguatan peran pendidikan tinggi sebagai pusat inovasi dan pertumbuhan ekonomi.
“Pendidikan tinggi tidak boleh hanya menghasilkan output akademik, tetapi juga harus memberikan outcome nyata yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. Ini adalah gerakan nasional untuk membangun sistem pendidikan tinggi yang adil, relevan, dan berdampak,” tegas Menteri Brian.
Tiga Pilar Transformasi: Mahasiswa, Perguruan Tinggi, dan Riset
Program ini menekankan transformasi berbasis tiga pilar utama:
Mahasiswa sebagai penggerak utama perubahan sosial
Perguruan tinggi sebagai pusat pertumbuhan dan inovasi daerah
Riset sebagai penopang pembangunan nasional dan kemandirian teknologi
Kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan pemerintah daerah, industri, dan UMKM, diharapkan menjadi pendorong ekosistem pendidikan tinggi yang berkelanjutan dan menyeluruh.
Aksi Nyata: Program dan Kebijakan Turunan Diktisaintek Berdampak
Semangat Diktisaintek Berdampak diterjemahkan dalam berbagai program konkret, seperti:
Kampus Berdampak: Mendorong kontribusi kampus terhadap pembangunan daerah
SMA Unggul Garuda dan Beasiswa ADik: Membuka akses pendidikan bagi siswa berprestasi dan dari daerah 3T
Program Kosabangsa: Kolaborasi sosial untuk pengabdian masyarakat
Pendanaan Riset Diktisaintek Berdampak melalui LPDP
Kerja Sama Riset Internasional yang berfokus pada isu-isu strategis pembangunan nasional
Komitmen Bersama Menuju Pendidikan Tinggi yang Relevan dan Inklusif
Sekretaris Jenderal Kemdiktisaintek, Togar Mangihut Simatupang, menekankan bahwa Diktisaintek Berdampak bukan hanya slogan, melainkan semangat transformasi ekosistem pendidikan tinggi yang lebih inklusif, ilmiah, dan sosial.
“Mari kita jadikan pendidikan tinggi sebagai lokomotif perubahan. Melalui program ini, kita dorong masa depan pendidikan yang menjangkau lebih luas, melayani lebih dalam, dan berdampak lebih besar bagi generasi mendatang,” ujar Togar.