"Pecah Telur’, Biro Ta’aruf ‘Aisyiyah Jatim Satukan Tofan-Ismi
Jodoh memang rahasia dan takdir Tuhan, tetapi manusia hendaknya berikhtiar untuk meraihnya. Itu pula yang dilakukan Tofan Tri Nugroho, 39 tahun, dosen, warga Kota Probolinggo dan Ismi Nur Rachmawati, 33 tahun, warga Surabaya, aparatur sipil negara (ASN) di Pemprov Jatim.
Ikhtiar kedua bujang itu melalui Biro Ta’aruf di bawah Majelis Tablig dan Ketarjihan (MTK) Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) Jawa Timur berakhir di pelaminan, akhir Desember 2025 lalu.
Tanpa pacaran, tanpa pertemuan berdua-duaan, kisah Tofan dan Ismi membuktikan bahwa proses ta’aruf yang dijalani dengan adab dan kesungguhan mampu melahirkan pernikahan yang tenang, bermakna, dan penuh keberkahan.
“Syukur alhamdulillah, setelah lama membujang saya akhirnya menemukan tambatan hati, menikah dengan Ismi,” kata Tofan, warga Jalan Serma Abdurrahman, Kelurahan Wiroborang, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, Minggu, 11 Januari 2026.
Keduanya resmi melangsungkan akad nikah di Masjid Tarbiyatul Islami, Surabaya, Jumat, 26 Desember 2025 lalu. Momen itu sekaligus menandai sejarah manis bagi Biro Ta’arufmu yakni, pecah telur lahirnya pasangan pertama dari program perjodohan islami yang dirancang serius, sistematis, dan penuh kehati-hatian.
Perjalanan Tofan dan Ismi untuk menuju pelaminan relatif singkat tetapi penuh keteguhan niat dan kerapian proses. Keduanya mendaftar ke Biro Ta’aruf dengan tujuan yang sama: mencari pasangan hidup dalam bingkai rida Allah dan restu keluarga.
“Sebelum mengikuti rangkaian taaruf, kami berdua belum pernah bertemu sama sekali,” ujar Tofan.
Pertemuan pertama terjadi dalam agenda ta’aruf ke-2 pada 13 September 2025 di Gedung Muhammadiyah Jawa Timur di Surabaya. Saat itu, seluruh peserta memperkenalkan diri dan memaparkan curriculum vitae secara terbuka.
Di momen itulah kisah ini bermula. Ismi datang sebagai peserta terakhir dan sedikit terlambat. Namun justru kehadiran ASN di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemprov Jatim itulah yang tanpa disangka menorehkan kesan kuat di hati Tofan, dosen Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida). Di akhir sesi, keajaiban sederhana terjadi: keduanya saling memilih satu sama lain sebagai calon pasangan.
Tahapan berikutnya berlangsung rapi dan terarah. Pada taaruf ke-3, 16–30 September, komunikasi intensif dilakukan melalui dua pertemuan semi-privat, disertai satu pertemuan daring bersama orangtua masing-masing yang dipandu tim Biro Ta’arufmu.
Puncaknya, pada 4 Oktober 2025, kedua keluarga bertemu langsung di Kantor PW ‘Aisyiyah Jawa Timur untuk menandatangani komitmen bersama.
Prosesi khitbah (pinangan) berlangsung di rumah Ismi di Surabaya pada 12 Oktober 2025, disusul silaturahmi balasan keluarga Ismi ke kediaman Tofan di Probolinggo pada 9 November 2025. Semua tahap dilalui dengan kesungguhan, adab, dan keterbukaan.
Hari bahagia itu pun tiba. Pada Jumat, 26 Desember 2025, Tofan dan Ismi mengucapkan ijab kabul di Masjid Tarbiyatul Islami, Surabaya. Kemudian malamnya, digelar resepsi malam di Gedung Wanita Candra Kencana, Surabaya.
Yang paling membanggakan, sejak awal proses ta’aruf hingga hari pernikahan, keduanya tidak pernah bertemu berduaan tanpa pendamping. Akhlak karimah, keteguhan prinsip, serta keterbukaan berpikir menjadi fondasi kokoh hubungan mereka.
“Kisah Tofan dan Ismi membuktikan bahwa ta’aruf yang dijalankan sesuai tuntunan Islam mampu menghadirkan kebahagiaan, bahkan dalam waktu yang relatif singkat,” ujar Wakil Ketua PWA Jawa Timur, Farida Muwafiq.
Biro Ta’arufmu sendiri merupakan layanan perjodohan Islami di bawah MTK PWA Jawa Timur. Setiap tahun, pendaftaran hanya dibuka sekali pada bulan Juni. Rangkaian ta’aruf dan pembekalan pranikah berlangsung dari Agustus hingga November. Suatu langkah singkat, padat, namun terstruktur, bagi mereka yang benar-benar siap membangun rumah tangga.