Niat Menyapa, Pedagang Es Kelapa di Sidoarjo Justru Disabet Celurit
Seorang pedagang es kelapa muda di Desa Wadungasri, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, mengalami luka sabetan celurit setelah berusaha menyelamatkan diri dari serangan seorang pria, Kamis, 22 Oktober 2026, pagi. Peristiwa tersebut berakhir dengan tewasnya pria yang menyerangnya.
Korban bernama Purnomo, 56 tahun. Ia mengalami luka di bagian pipi dan dagu kanan setelah terlibat perkelahian dengan pria tak dikenal yang membawa senjata tajam.
Kapolsek Waru, Kompol Miftahul Amin, mengatakan, kejadian bermula ketika Purnomo menyapa seorang pria yang sedang duduk di kursi depan bengkel sepeda motor, tepat di samping lapak dagangannya. Menurut Amin, korban bermaksud menanyakan keadaan pria tersebut sekaligus menawarkan tempat berteduh apabila membutuhkan.
Namun, pria itu justru mengaku baru saja ditegur warga lain. Ia juga mengatakan membawa senjata tajam sebelum mengeluarkan sebilah celurit dari tas kain yang dibawanya.
"Dari keterangan sejumlah saksi mata, terduga pelaku yang diduga ODGJ langsung mengeluarkan celurit dari tas kainnya setelah disapa oleh korban," ujar Amin.
Melihat pria tersebut mengeluarkan celurit, Purnomo berusaha menahan tangannya agar tidak diserang. Akan tetapi, korban terjatuh hingga berada di bawah tubuh pria tersebut. Dalam posisi terdesak, Purnomo terkena sabetan celurit di pipi dan dagu kanan. Meski terluka, ia tetap berusaha merebut senjata tajam itu demi menyelamatkan diri.
"Korban yang berada di posisi bawah berusaha keras merebut celurit tersebut demi menyelamatkan jiwanya," ungkap Amin.
Upaya tersebut akhirnya berhasil. Purnomo merebut celurit dari tangan pria itu, kemudian mengayunkannya ke arah kepala hingga pria tersebut tersungkur. Setelah berhasil menjauh dari lokasi perkelahian, Purnomo segera meminta pertolongan keluarganya. Ia kemudian dibawa ke Rumah Sakit Royal Surabaya untuk mendapatkan penanganan medis.
Sementara itu, pria yang menyerangnya meninggal dunia akibat luka di bagian kepala. Polisi selanjutnya mengevakuasi jenazah pria yang identitasnya belum diketahui tersebut ke RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo.
"Mr. X yang diduga ODGJ itu meninggal dunia akibat luka pada bagian kepala. Jenazahnya kami rujuk ke RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo," kata Amin.
Polisi telah mengamankan celurit yang digunakan dalam kejadian tersebut sebagai barang bukti. Petugas juga memasang garis polisi di lokasi dan memeriksa sejumlah saksi untuk mendalami kronologi perkelahian yang menewaskan pria tak dikenal itu.
Advertisement