Musim Ular Berkembangbiak, Ini Aroma yang Bisa Cegah Ular Masuk Rumah
Musim pancaroba dari panas ke hujan biasanya menjadi waktu berkembangbiak ular. Dalam beberapa pekan terakhir, sejumlah warga di Jawa Timur melaporkan kejadian ular masuk rumah.
Fenomena ini bukan hal aneh, sebab habitat alami ular seperti sawah dan kebun kini banyak beralih menjadi kawasan perumahan.
Menurut penjinak ular di Bojonegoro, Suroso,51, tahun, ular sebenarnya tidak bermaksud menyerang manusia. Mereka sering kali tersesat atau masuk rumah saat mengejar mangsa seperti tikus atau katak. “Mereka berpindah area karena ekosistemnya diambil alih manusia. Jadi ketika terlihat di rumah, bisa jadi ular sedang mencari jalan keluar,” jelas pria yang di rumahnya suka pelihara ular dan jenis reptil lainnya itu.
Jenis Ular yang Sering Masuk Rumah
Beberapa jenis ular yang umum ditemukan di pemukiman antara lain ular air, ular kadut, kobra, piton, welang, dan weling.
Jenis ular rumah biasanya memangsa cicak, sehingga sering dijumpai di sela-sela atap atau dinding rumah. Namun yang perlu diwaspadai adalah ular kobra dan weling karena memiliki bisa mematikan.
Tips Aman Saat Bertemu Ular di Rumah
Jangan bersentuhan langsung. Selama tidak disentuh atau diinjak, ular biasanya tidak menyerang. Jika merasa terancam, barulah ia akan menggigit.
Tetap diam dan jangan panik. Ular mengandalkan gerakan dan panas tubuh mangsanya. Mereka buta warna dan tidak mendengar suara, jadi berteriak tidak akan membuatnya pergi.
Gunakan teknik aman untuk mengusir. Jika terlatih, bisa memegang kepala ular dari arah belakang atau menunggu hingga ular kelelahan. Namun, sebaiknya hubungi petugas pemadam kebakaran atau komunitas penyelamat reptil jika tidak berpengalaman.
Gunakan aroma menyengat agar ular keluar sendiri
Tutup semua pintu dan jendela, sisakan satu jalur keluar, lalu taburkan bahan beraroma tajam seperti minyak kayu putih, kapur barus, atau cuka di area yang dicurigai menjadi tempat ular bersembunyi. Aroma ini membuat ular tidak nyaman dan keluar dengan sendirinya.
Tangani ular besar seperti piton dengan hati-hati.
Piton besar sebaiknya ditangani minimal dua orang. Gunakan kain tebal atau karung untuk menutup kepala ular dari jarak aman.
Hadapi ular kobra dengan sapu dari jarak tiga meter.
Jangan jongkok saat berhadapan dengan kobra karena semburan bisanya bisa mengenai mata. Gunakan gagang sapu untuk menahan kepala ular dari arah belakang dan masukkan ke wadah secara perlahan.
Penanganan oleh BBKSDA Jawa Timur
Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur mencatat meningkatnya laporan evakuasi ular kobra dari rumah warga. Ular-ular hasil evakuasi diserahkan oleh pemadam kebakaran, Satpol PP, maupun komunitas penyelamat hewan.
Proses penanganan dilakukan melalui tiga tahap:
Penerimaan dan asesmen kesehatan di kandang transit.
Penentuan nasib: apakah dilepasliarkan kembali ke habitat asli atau ditempatkan di penangkaran.
Kolaborasi evakuasi dengan Damkar Tuban dan Bojonegoro untuk menangani kasus ular yang menimbulkan kepanikan warga.
Salah satu kasus serius terjadi di Trenggalek, di mana ular kobra mematuk pemilik rumah hingga tewas. Kasus lain datang dari Madiun, ketika komunitas pecinta reptil menyerahkan 14 ekor ular termasuk beberapa kobra ke BBKSDA Jatim.
BBKSDA mengimbau masyarakat untuk tidak membunuh ular, melainkan melapor ke petugas berwenang agar dapat ditangani secara aman.