MUI: Pesantren Tetap Alternatif Pendidikan Terbaik bagi Anak
Kasus kekerasan seksual di lingkungan pondok pesantren menjadi perhatian serius pelbagai kalangan. Hal itu memang sedang ramai diperbincangkan secara luas. Menanggapi masalah ini, Majelis Ulama Indonesia (MUI), mengimbau orang tua tidak perlu khawatir mengirim anaknya ke pesantren untuk menempuh pendidikan.
βSaya mengimbau kepada segenap orang tua untuk tidak ragu menempatkan anaknya di pesantren sebagai alternatif terbaik tempat pendidikan dan pengasuhan putra-putrinya,β ujar Ketua Bidang Fatwa MUI, Asrorun Niβam Sholeh, dalam keterangan dikutip Kamis 14 Juli 2022.
Pesantren tetap alternatif pendidikan terbaik untuk anak. Menurutnya, karena pengasuhan di pesantren berbasis keteladanan, dengan semangat kebersamaan, kesederhanaan, dan kedisiplinan dengan pembiasaan akhlak baik.
βPesantren tetap pilihan terbaik untuk pendidikan karakter. Pesantren merupakan lembaga pendidikan yang mengintegrasikan pendidikan formal, informal dan nonformal dengan pendekatan keteladanan serta pengasuhan yang terintegrasi,β ungkapnya.
Selektif Pilih Pesantren
Lebih jauh, dia menyarankan kepada setiap orang tua agar lebih selektif dalam memilih pondok pesantren sebelum menempatkan putra putrinya di sana. Minimal dengan mengetahui kurikulum dan metode yang dipakai untuk pengajaran.
βSebelum menempatkan anak, orang tua harus memahami dan mengetahui kondisi faktual pesantren, mulai dari siapa saja pengasuhnya, mata pelajaran yang diajarkan, serta aktifitas kesehariannya,β kata pengasuh Pesantren Al-Nahdlah itu.
Niβam juga menjelaskan terkait solusi efektif yang menurutnya bisa membebaskan lingkungan pondok pesantren dari kekerasan seksual. Salah satunya dengan memperkuat tata kelola dan optimalisasi pelayanan pesantren.
βPengasuh pesantren juga perlu menguatkan tata kelola kepesantrenan untuk mengoptimalkan khidmat dan layanan pendidikan dan pengasuhan,β imbuhnya.
Advertisement