Menteri Sosial Kunjungi Jember, Tinjau Sekolah Rakyat dan Sosialisasi Program HLUN 2025
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul mengunjungi Kabupaten Jember, Jawa Timur, pada Sabtu, 31 Mei 2025. Kunjungan tersebut dalam rangka memperingati Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) serta meninjau langsung pelaksanaan berbagai program sosial pemerintah, termasuk sosialisasi Sekolah Rakyat (SR), program prioritas nasional untuk pengentasan kemiskinan.
Kunjungan Gus Ipul: Senam HLUN hingga Pemantauan Operasi Katarak
Dalam agenda padat tersebut, Gus Ipul turut hadir dalam kegiatan senam bersama memperingati HLUN, memantau langsung pelaksanaan operasi katarak gratis, serta memimpin sosialisasi terkait Sekolah Rakyat di Jember. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk meningkatkan kualitas hidup warga lanjut usia dan masyarakat kurang mampu.
Sekolah Rakyat: Program Presiden Prabowo untuk Warga Miskin
Gus Ipul menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat adalah program inisiatif Presiden Prabowo Subianto yang ditujukan khusus bagi keluarga miskin dan miskin ekstrem. Pemerintah menargetkan pembangunan 100 Sekolah Rakyat di Indonesia pada tahun 2025.
Hingga awal Juni 2025, sudah terdapat 65 sekolah yang telah lolos asesmen kelayakan, termasuk satu di antaranya yang berlokasi di Kabupaten Jember. Untuk sementara, lokasi Sekolah Rakyat Jember ditempatkan di Kantor BKPSDM Jember, Kecamatan Kaliwates.
Rekrutmen Calon Siswa Sekolah Rakyat di Jember Sudah Dimulai
Sekolah Rakyat Jember direncanakan menampung 150 siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA dalam sistem rombongan belajar. Proses rekrutmen calon siswa saat ini sudah berjalan, dengan 57 calon siswa hadir dalam kegiatan sosialisasi di Balai Diklat BKPSDM Jember.
Dalam acara tersebut, Gus Ipul sempat meminta sejumlah calon siswa maju ke depan bersama orang tua mereka. Dua di antaranya adalah anak kembar M Riyan Fitra dan M Riyon Fitra, anak dari Ismainah, seorang ibu tunggal yang termasuk dalam kategori tidak mampu namun belum tercatat sebagai penerima Program Keluarga Harapan (PKH).
Gus Ipul Pastikan Penerimaan Sekolah Rakyat Bebas dari Praktik KKN
Gus Ipul menegaskan bahwa seleksi Sekolah Rakyat tidak menggunakan tes akademik, melainkan hanya verifikasi administrasi dan asesmen kondisi sosial-ekonomi calon siswa. Hal ini untuk memastikan prioritas penerimaan hanya bagi keluarga miskin atau miskin ekstrem.
“Tesnya hanya administrasi. Setiap calon siswa akan dinilai berdasarkan kondisi rumah dan ekonomi keluarga. Tidak boleh ada praktik titip-menitip,” tegas Gus Ipul.
Ia juga mengingatkan agar seluruh proses penerimaan, mulai dari pendaftaran hingga penentuan hasil seleksi, dilakukan secara transparan dan bebas dari praktik kolusi, korupsi, dan nepotisme (KKN).
Pemerintah Siapkan Guru Profesional dan Renovasi Gedung Sekolah Rakyat
Tak hanya merekrut siswa, pemerintah juga tengah menjaring guru dan kepala sekolah profesional untuk mengajar di Sekolah Rakyat. Gus Ipul menyebut bahwa proses renovasi gedung sekolah sementara akan segera dilakukan agar kegiatan belajar mengajar bisa dimulai sesuai target.
“Kami targetkan seluruh proses rekrutmen dan renovasi selesai pertengahan Juli. Sehingga akhir Juli 2025, Sekolah Rakyat Jember sudah mulai beroperasi,” ujar Gus Ipul.