Menjelang Imlek, Daging Rajungan Probolinggo Laris Manis
Menjelang Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili yang bertepatan dengan Selasa, 17 Februari 2026, permintaan daging rajungan dari Probolinggo meningkat. Sejumlah usaha mikro kecil menengah (UMKM) pengupasan daging rajungan pun dibanjiri pesanan, sejak sepekan lalu.
Salah satu UMKM yang mengupas daging rajungan terletak Dusun Medokan, Desa Tongas Wetan, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo. Setiap hari UMKM tersebut bisa memroduksi 4 hingga 5 kuintal daging rajungan.
Sisi lain, saat cuaca ekstrem seperti beberapa hari terakhir, permintaan pasar sulit dipenuhi karena pasokan rajungan dari nelayan menurun. Para nelayan memilih tidak melaut dengan pertimbangan keamanan.
βSelama ini, rajungan kami beli dari nelayan Probolinggo, Pasuruan, Banyuwangi, hingga Madura. Namun karena cuaca buruk, rajungan dari nelayan sulit didapat,β kata Muhammad Ridwan, pelaku UMKM di Desa Tongas Wetan, Rabu, 11 Februari 2026.
Ridwan menjelaskan, sebelum dikemas dan dikirim kepada pembeli, daging rajungan terlebih dulu diproses. Diawali dengan merebus rajungan kemudian dagingnya dikupas dari dalam cangkang.
Setelah dikupas dan terkumpul, daging rajungan dikirim ke pabrik, yang selanjutnya diekspor ke berbagai negara seperti, China, Amerika Serikat, hingga Kanada.
Harga daging rajungan yang telah diproses dibanderol Rp350 ribu hingga Rp400 ribu per kilogram. Sementara itu, harga rajungan segar yang dibeli dari nelayan dengan harga Rp75 ribu hingga Rp90 ribu per kilogram. Ridwan menambahkan, permintaan daging rajungan meningkat menjelang Imlek.
βBanyak warga yang merayakan Imlek, menyukai daging rajungan,β ungkapnya.
Karena itu menjelang Imlek ini, harga daging rajungan juga naik hingga 20 persen.
βSisi lain, meski harga daging rajungan naik, kami kesulitan mendapatkan bahan baku rajungan. Pemicunya, cuaca ektsrem membuah nelayan enggan melaut,βterangnya.
Setiap hari Ridwan menghasilkan sekitar 5 kuintal daging rajungan. βOmzetnya berkisar Rp100-500 juta,β ujarnya.
Kepiting Laut
Sebenarnya rajungan adalah sejenis kepiting laut dari famili Portunidae yang popular disebut "blue swimmer crab". Sebutan itu karena kepiting renang biru memiliki sepasang kaki belakang berbentuk dayung yang memungkinkannya berenang.
Hal ini berbeda dengan kepiting darat, dengan ciri khas cangkang ramping, capit panjang, dan dagingnya yang lembut, manis, serta tinggi protein, menjadikannya komoditas makanan laut bernilai ekonomi tinggi dan favorit pada hidangan laut (seafood).
Probolinggo yang memiliki garis pantai dari Tongas-Paiton merupakan habitat yang bagus bagi rajungan. Banyak nelayan tradisional yang menggantungkan pencahariannya dengan menangkap rajungan.
βSaya dan keluarga biasa menangkap rajungan untuk dikomsumsi sendiri karena rajungan melimpah di kawasan Pantai Bahak, dekat rumah,β ujar Misnaji, warga Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo.
Sebagian nelayan menangkap rajungan untuk disetorkan atau dijual kepada UMKM, yang menghasilkan daging rajungan.
Advertisement