Satryo Soemantri Brodjonegoro Klaim Mundur, Tidak Dipecat dari Jabatan Mendiktisaintek
Satryo Soemantri Brodjonegoro mengungkap alasannya mengundurkan diri dari jabatan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek) Kabinet Merah Putih. Sebagai penggantinya, Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Brian Yuliarto di Istana Negara Jakarta, Rabu 19 Februari 2025.
Reshuffle ini pertama kali dilakukan Presiden Prabowo sejak dilantik pada 20 Oktober 2024, atau di masa pemerintahan 122 hari. Selain Brian Yuliarto, mantan Menteri Pertahanan (Menhan) itu juga melantik sejumlah pejabat baru.
Sementara itu, Satryo Soemantri Brodjonegoro menjelaskan alasan utama mundur. Menurut dia, kinerjanya tidak sesuai dengan harapan pemerintahan Presiden Prabowo. Namun demikian, Satryo Soemantri Brodjonegoro sudah bekerja secara maksimal dalam empat bulan terakhir.
"Alasan utamanya karena saya sudah bekerja keras selama empat bulan ini. Namun karena mungkin tidak sesuai dengan harapan dari pemerintah. Ya, saya lebih baik mundur daripada diberhentikan," jelas Satryo di Kantor Kemendiktisaintek, Jakarta, hari ini.
Satryo Soemantri Brodjonegoro menyatakan sudah menyerahkan surat pengunduran diri ke Kemensetneg untuk diteruskan ke Presiden Prabowo. "Surat itu saya buat tadi malam jam 12 malam. Saya buat tadi malam, lalu saya serahkan ke Setneg untuk disampaikan ke presiden," ujarnya.
Satryo Soemantri Brodjonegoro legowo mengundurkan diri dari jabatan tersebut. "Harus legowo kerja itu. Kita kerja baik, maksimal sudah, tidak ada pamrih, tulus saya kerja. Oke? Kalau enggak cocok ya sudah, saya mundur saja," tuturnya.
Selain Mendiktisaintek Brian Yuliarto, Presiden Prabowo juga melantik sejumlah pejabat atau kepala lembaga antara lain Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti dan wakilnya Sonny Harry B; Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Letjen TNI (Purn) Nugroho Sulistyo dan wakilnya Pratama Dahlian Persada; Kepala BPKP Yusuf Ateh dan wakilnya Agustina Arumsari.