Reshuffle Kabinet, Profil Mendiktisaintek Brian Yuliarto Gantikan Satryo
Presiden Prabowo Subianto resmi merombak kabinet pada hari ke-122 pemerintahannya, Rabu 19 Februari 2025, lebih cepat dibanding Jokowi yang baru rombak kabinet pada hari ke-296.
Presiden Prabowo melantik Brian Yuliarto sebagai Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek). Brian Yuliarto mengisi posisi yang ditinggalkan oleh Satryo Soemantri Brodjonegoro.
Pengangkatan Brian berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 26P Tahun 2025 tentang Pemberhentian Dan Pengangkatan Menteri Negara Tahun 2024-2029 yang dibacakan oleh Deputi Bidang Administrasi Aparatur Kementerian Sekretaris Negara Nanik Purwanti.
Satryo Soemantri Brodjonegoro Klaim Mundur
Di sisi lain, Satryo Soemantri Brodjonegoro mengungkap dirinya mengundurkan diri dari jabatan Mendiktisaintek. Surat pengunduran diri ke Kementerian Sekretariat Negara RI.
"Saya itu baru saja ke Setneg menyerahkan surat pengunduran diri saja sebagai Mendiktisaintek. Harus legowo kerja itu," ungkapnya ke wartawan di Gedung D Kemdiktisaintek, Jalan Pintu Satu Senayan, Jakarta, hari ini.
Satryo mengaku kinerjanya tidak sesuai dengan harapan pemerintah selama empat bulan terakhir atau 122 hari. "Saya sudah bekerja keras selama 4 bulan ini. Namun karena mungkin tidak sesuai dengan harapan dari pemerintah ya saya lebih baik mundur daripada diberhentikan," tambahnya.
Kontroversi Satryo Soemantri Brodjonegoro
Sebelum dicopot, ada sejumlah kontroversi yang melibatkan Satryo. Dari mulai didemo pegawainya, Senin 20 Januari 2025, hingga polemik tunjangan kinerja dosen ASN.
Para ASN Kemendiktisaintek melakukan unjuk rasa dengan membawa spanduk protes bahwa mereka bukan pegawai pribadi Mendiktisaintek Satryo Soemantri Brodjonegoro dan istri. Para pegawai juga mengirimkan karangan sebagai bentuk perlawanan terhadap tindakan sewenang-wenang yang diduga dilakukan Satryo.
Jenjang Pendidikan
Dikutip dari situs resmi ITB, Brian Yuliarto merupakan Guru Besar Fakultas Teknologi Industri (FTI) ITB yang berasal dari Kelompok Keahlian (KK) Teknologi Nano dan Kuantum.
Brian Yuliarto menamatkan studi S1 di Jurusan Teknik Fisika ITB pada tahun 1999 serta S2 dan S3 di Jurusan Quantum Engineering and System Science Department, University of Tokyo pada 2005.
Jabatan yang Pernah Diemban
Brian pernah menjabat sebagai Dekan FTI (2020-2024), Visiting Professor Tsukuba University (2021-sekarang), Kepala Research Center on Nanoscience and Nanotechnology ITB (2019-2020), Kepala Program Studi Teknik Fisika ITB (2016-2020), Ketua KK AFM FTI ITB (2018-2020), serta Kepala Lembaga Kemahasiswaan ITB (2010-2016).
Brian Yuliarto juga pernah menjabat sebagai Ketua Tim Penyusun KEK JIIPE dan KEK Patimban, Anggota Komite Perencana BAPPEDA Jawa Barat 2012-2016, serta memegang lebih dari 20 konsultasi dan layanan kepakaran.
Penghargaan
Sederet prestasi yang ditorehkan Brian Yuliarto antara lain, Penerima Habibie Prize 2024; World's Top 2% Scientist pada tahun 2024; Top 1 Indonesia Researcher Nanoscience & Nanotechnology 2023; Peneliti Terbaik ITB 2021; Dosen Berprestasi bidang Saintek ITB 2017; 326 publikasi Scopus, 5506 sitasi, dan H index 43; 410 publikasi Google Scholar, sitasi 6600, H index 43.
Advertisement