Mendikdasmen Abdul Mu'ti Pastikan Tidak Ada Pembelajaran Daring Bagi Siswa Sekolah
Mendikdasmen, Abdul Mu'ti, menegaskan tidak ada pembelajaran daring bagi siswa meski pemerintah sedang menerapkan kebijakan penghematan energi. Pemerintah melalui Kemen PANRB akan mengeluarkan edaran resmi terkait sistem kerja WFH ASN sebagai bagian dari upaya efisiensi bahan bakar.
Menko PMK Pratikno juga menyebut pembelajaran daring belum menjadi prioritas karena pemerintah ingin menjaga kualitas pendidikan dan efektivitas kegiatan belajar tatap muka.
Wacana pembelajaran jarak jauh (PJJ) memang sempat ramai di sosial media akibat adanya kebijakan work from home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) demi merespons penghematan energi yang muncul imbas perang di Timur Tengah. Meski begitu, Mu'ti menegaskan jika kegiatan belajar mengajar tetap dilakukan secara luring atau tatap muka.
"Proses belajar mengajar berjalan seperti biasa. Tidak ada pembelajaran daring atau jarak jauh," kata Mu'ti di Jakarta Kamis, 26 Maret 2026.
Dia mengatakan, wacana WFH akan diumumkan oleh Kementerian PANRB (Menpan RB). Nantinya kementerian itu bakal menerbitkan regulasi, menetapkan pedoman sistem kerjanya lewat edaran.
"Untuk WFH akan ada edaran dari Men PANRB," kata Mu'ti.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno, sempat mengatakan metode PJJ akan disesuaikan dengan karakteristik mata pelajaran. Apabila terdapat pembelajaran praktikum, pemerintah mengarahkan agar pembelajaran tetap bersifat tatap muka.
Menurut Pratikno, skenario ini sedang dikaji oleh pemerintah untuk diterapkan menyusul adanya langkah efisiensi di tengah ancaman krisis global. Pemerintah tengah mempertimbangkan sejumlah isu strategis yang memerlukan pembahasan lanjutan, antara lain penyesuaian distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pembiayaan akses internet siswa. Kebijakan penghematan energi lintas sektor tersebut direncanakan mulai berlaku pada April 2026.
"Koordinasi lintas kementerian dan lembaga menjadi kunci agar kebijakan efisiensi energi dapat berjalan efektif, sekaligus memastikan pelayanan publik tetap berjalan optimal," kata Pratikno.
Pada akhirnya, Pratikno menjelaskan jika sistem PJJ belum mendesak dilakukan saat ini. Hal ini disampaikan Pratikno dalam arahan kepada Kedeputian Kesehatan dan Kedeputian Pendidikan Kemenko PMK pada Senin, 23 Maret 2026.
Pratikno menegaskan ulang arahan Presiden Prabowo Subianto pada Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, 13 Maret 2026. Pratikno menyampaikan, memang pernah ada diskusi tentang kemungkinan penggunaan metode hybrid yang menggabungkan luring dan daring dalam proses belajar mengajar siswa.
"Tetapi, mengingat pentingnya menjaga kualitas pendidikan siswa, pembicaraan lintas kementerian bahwa pembelajaran daring bagi siswa tidak menjadi sebuah urgensi saat ini" ucapnya dalam keterangan di hari yang sama,β katanya, Kamis, 26 Maret 2026.
Advertisement