Melapangkan Rezeki! Dua Hal Penting Keutamaan Waktu Pagi
Menyambut pagi dengan bahagia merupakan jalan untuk melapangkan rezeki. Para ulama mengingatkan agar kita tidak menyia-nyiakan waktu pagi.
Janganlah tidur lagi setelah Shalat Subuh. Melainkan berzikir dan mengisi kegiatan agar bisa menyehatkan badan.
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam berpesan tentang hal ihwal โDi antara Keutamaan Waktu Pagi.โ
Nabi ุตููููู ุงูููู ุนููููููู ููุณููููู ู bersabda,
ุฅูููู ุงูุฏููููู ููุณูุฑู ุ ูููููู ููุดูุงุฏูู ุงูุฏููููู ุฃูุญูุฏู ุฅููุงูู ุบูููุจููู ุ ููุณูุฏููุฏููุง ููููุงุฑูุจููุง ููุฃูุจูุดูุฑููุง ุ ููุงุณูุชูุนูููููุง ุจูุงููุบูุฏูููุฉู ููุงูุฑููููุญูุฉู ููุดูููุกู ู ููู ุงูุฏููููุฌูุฉู
โSesungguhnya agama itu mudah. Tidak ada seorangpun yang membebani dirinya di luar kemampuannya kecuali dia akan dikalahkan. Hendaklah kalian melakukan amal dengan sempurna (tanpa berlebihan dan menganggap remeh). Jika tidak mampu berbuat yang sempurna (ideal) maka lakukanlah yang mendekatinya. Perhatikanlah ada pahala di balik amal yang selalu kontinu. Lakukanlah ibadah (secara kontinu) di waktu pagi dan waktu setelah matahari tergelincir serta beberapa waktu di akhir malam.โ (HR. Bukhari no. 39. Lihat penjelasan hadits ini di Fathul Bari).
Beberapa Pelajaran yang terdapat dalam Hadits:
1. Waktu Pagi adalah Waktu yang Penuh Berkah
Waktu yang berkah adalah waktu yang penuh kebaikan. Waktu pagi telah didoโakan khusus oleh Nabi ุตููููู ุงูููู ุนููููููู ููุณููููู ู sebagai waktu yang berkah.
Dari sahabat Shokhr Al Ghomidiy, Nabi shallallahu โalaihi wa sallam bersabda,
ุงููููููู ูู ุจูุงุฑููู ูุฃูู ููุชูู ููู ุจููููุฑูููุง
โYa Allah, berkahilah umatku di waktu paginya.โ
Apabila Nabi ุตููููู ุงูููู ุนููููููู ููุณููููู ู mengirim peleton pasukan, beliau ุตููููู ุงูููู ุนููููููู ููุณููููู ู mengirimnya pada pagi hari. Sahabat Shokhr sendiri (yang meriwayatkan hadits ini) adalah seorang pedagang. Dia biasa membawa barang dagangannya ketika pagi hari. Karena hal itu dia menjadi kaya dan banyak harta. Abu Daud mengatakan bahwa dia adalah Shokhr bin Wadaโah. (HR. Abu Daud no. 2606).
Ibnu Baththol mengatakan, โHadits ini tidak menunjukkan bahwa selain waktu pagi adalah waktu yang tidak diberkahi.
Sesuatu yang dilakukan Nabi ุตููููู ุงูููู ุนููููููู ููุณููููู ู (pada waktu tertentu) adalah waktu yang berkah dan beliau ุตููููู ุงูููู ุนููููููู ููุณููููู ู adalah sebaik-baik uswah (suri teladan) bagi umatnya.
Adapun Nabi ุตููููู ุงูููู ุนููููููู ููุณููููู ู mengkhususkan waktu pagi dengan mendoโakan keberkahan pada waktu tersebut daripada waktu-waktu yang lainnya karena pada waktu pagi tersebut adalah waktu yang biasa digunakan manusia untuk memulai amal (aktivitas). Waktu tersebut adalah waktu bersemangat (fit) untuk beraktivitas. Oleh karena itu, Nabi shallallahu โalaihi wa sallam mengkhususkan doโa pada waktu tersebut agar seluruh umatnya mendapatkan berkah di dalamnya.โ (Syarhul Bukhari Libni Baththol, 9/163, Maktabah Syamilah).
2. Waktu Pagi adalah Waktu Semangat untuk Beramal
Dalam Shahih Bukhari terdapat suatu riwayat dari sahabat Abu Hurairah dari Nab iุตููููู ุงูููู ุนููููููู ููุณููููู ู . Beliau ุตููููู ุงูููู ุนููููููู ููุณููููู ู bersabda,
ุฅูููู ุงูุฏููููู ููุณูุฑู ุ ูููููู ููุดูุงุฏูู ุงูุฏููููู ุฃูุญูุฏู ุฅููุงูู ุบูููุจููู ุ ููุณูุฏููุฏููุง ููููุงุฑูุจููุง ููุฃูุจูุดูุฑููุง ุ ููุงุณูุชูุนูููููุง ุจูุงููุบูุฏูููุฉู ููุงูุฑููููุญูุฉู ููุดูููุกู ู ููู ุงูุฏููููุฌูุฉู
โSesungguhnya agama itu mudah. Tidak ada seorangpun yang membebani dirinya di luar kemampuannya kecuali dia akan dikalahkan. Hendaklah kalian melakukan amal dengan sempurna (tanpa berlebihan dan menganggap remeh). Jika tidak mampu berbuat yang sempurna (ideal) maka lakukanlah yang mendekatinya. Perhatikanlah ada pahala di balik amal yang selalu kontinu. Lakukanlah ibadah (secara kontinu) di waktu pagi dan waktu setelah matahari tergelincir serta beberapa waktu di akhir malam.โ (HR. Bukhari no. 39. Lihat penjelasan hadits ini di Fathul Bari).
Yang dimaksud โal ghodwahโ dalam hadits ini adalah perjalanan di awal siang. Al Jauhari mengatakan bahwa yang dimaksud โal ghodwahโ adalah waktu antara shalat fajar hingga terbitnya matahari. (Lihat Fathul Bari 1/62, Maktabah Syamilah)
Inilah tiga waktu yang dikatakan oleh Ibnu Hajar dalam Fathul Bari sebagai waktu semangat (fit) untuk beramal.
Syaikh Abdurrahmanbin bin Nashir As Saโdi mengatakan bahwa inilah tiga waktu utama untuk melakukan safar (perjalanan) yaitu perjalanan fisik baik jauh ataupun dekat. Juga untuk melakukan perjalanan ukhrowi (untuk melakukan amalan akhirat). (Lihat Bahjah Qulubil Abror, hal. 67, Maktbah โAbdul Mushowir Muhammad Abdullah).
Tema Hadits yang Berkaitan dengan Al-Qur'an:
1- Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman :
ููุงุตูุจูุฑู ุนูููููฐ ู ูุง ูููููููููู ููุณูุจููุญู ุจูุญูู ูุฏู ุฑูุจูููู ููุจููู ุทููููุนู ุงูุดููู ูุณู ููููุจููู ุงููุบูุฑููุจู
โMaka bersabarlah kamu terhadap apa yang mereka katakan dan bertasbihlah sambil memuji Tuhanmu sebelum terbit matahari dan sebelum terbenam(nya)โ (QS. Qaf: 39).
2- Allah Subhanahu WaTa'ala berfirman :
ููุณูุจูุญูุงูู ุงูููููู ุญูููู ุชูู ูุณูููู ููุญูููู ุชูุตูุจูุญูููู
โMaka bertasbihlah kepada Allah di waktu kamu berada di sore hari dan waktu kamu berada di waktu pagi hariโ ( QS.Ar.Rum 17).
Demikian semoga bermanfaat. Wallahu alam.
Advertisement