Amalan Rezeki Melimpah, Shalawat Imam Al-Ghazali
Bagi umat Islam di Indonesia dan kawasan lain di Nusantara, nama Imam Al-Ghazali bukanlah asing. Kitab karya tergolong magnum opus-nya, Ihya Ulumuddin, paling banyak dipelajari di pesantren-pesantren.
Imam Al-Ghazali pun dikenal sebagai Hujjatul Islam yang menghidupkan kegairahan beragama bagi Umat Islam terutama penganut mazhab Syafi’i yang mayoritas itu.
Kali ini, Imam Al-Ghazali menyampaikan pemahaman khas dengan Shalawat Al-Ghazali, yang bisa diamalkan bagi kaum Muslimin. Bila diamalkan secara istiqamah, kontinyu, niscaya akan memberikan jalan bagi kemudahan jalan rezeki atawa rezeki berlimpah.
Shalawat ini disebut sebagai Shalawat Al-Ghazali karena penulis pertamanya adalah Hujjatul Islam Imam Al-Ghazali, dan termaktub dalam karya monumentalnya Ihya' Ulumiddin.
Tak terlalu panjang dan sangat mudah dihapal bagi yang mau mengamalkannya untuk mendekatkan diri kepada Allah dan Rasulullah Muhammad Saw., serta untuk tujuan mulai mendapatkan rezeki melimpah dari Allah Swt.
Amalkan Shalawat Al-Ghazali, lengkap dengan cara baca Latin dan terjemah Bahasa Indonesia:
(صلوات الغَزَالِي)
أَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىَ أۤلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، صَلاَةً دَائِمَةً مُسْتَمِرَّةً، تَدُوْمُ بِدَوَامِكَ، وَتَبْقَى بِبَقَائِكَ، وَتَخْلُدُ بِخُلُوْدِكَ، وَلاَغَايَة َلَهَا دُوْنَ مَرْضَاتِكَ، وَلاَجَزَاءَ لِقَائِلِهَا وَمُصَلِّـيْـهَا غَيْرَ جَنَّتِكَ، وَالنَّظْرِ إِلَىٰ وَجْهِكَ الْكَرِيْمِ
Lafaz:
Allâhumma sholli alâ Sayyidinâ Muhammadin wa‘alâ âli Sayyidinâ Muhammadin sholâtan dâ-imatan mustamirrotan tadûmu bidawâmik, wa tabqô bi baqô-ik, wa takhludu bikhulûdik, wa lâ ghôyata lahâ dûna mardlôtik, wa lâ jazâ'a liqô'ilihâ wa mushollîhâ ghoiro jannatik, wan-nadhor ilâ waj-hikal karîm.
Artinya:
"Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih dan penyayang. Ya Allah limpahkan lah rahmat pada junjungan kami Nabi Muhammad Saw. dan kepada keluarga junjungan kami Nabi Muhammad Saw. rahmat yang kekal dan terus menerus. Yang kekal karena kekekalan-Mu. Yang tetap karena Maha Tetap-Mu. Yang langgeng karena Maha Langgeng-Mu, yang tidak ada ujung baginya tanpa keridhaan-Mu. Tidak ada balasan bagi pembacanya dan yang pembaca sholawatnya, selain surga-Mu, serta melihat kepada wajah-Mu yang Maha Mulia".
Membaca shalawat ini 7 kali selama 7 hari, dikutip laman dutaislam.com, berakhir di Hari Jumat, ia akan mendapatkan syafaat dari Rasulullah Saw. besok di Hari Kiamat.
Selain itu, di dunia ia akan mendapatkan limpahan rezeki yang banyak.
Shalawat Ghazali ini bisa dijadikan wirid rutin selain sholawat-sholawat lain yang teksnya lebih panjang, seperti Sholawat Kanzul Khofi, atau yang lebih pendek, seperti Sholawat Wafaq.
Demikian semoga kita mampu mengamalkan Shalawat Al-Ghazali, sehingga memberikan faidah dan keistimewaan bagi kita. Amiinn.
Advertisement