Luasan LP2B di Jember Tahun 2025 Bertambah 327 Hektare
Bupati Jember, Muhammad Fawait, menegaskan lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B) di Kabupaten Jember tidak mengalami pengurangan sebagaimana isu yang beredar. Justru, luasan LP2B di Kabupaten Jember tahun 2025 bertambah dibandingkan periode sebelumnya.
Gus Fawait mengatakan, beberapa hari terakhir ramai diperbincangkan terkait pengurangan LP2B di Jember. Bahkan, kebijakan Bupati Jember disebut telah meghapus LP2B di tiga kecamatan kota, Sumbersari, Patrang, dan Kaliwates.
Padahal berdasarkan dokumen yang ditandatangani Gus Fawait, luasan LP2B di Jember justru bertambah. Tak tanggung-tanggung, kenaikan LP2B di Jember tahun 2025 mencapai 327 hektare.
Khusus di tiga kecamatan yang disebut LP2B-nya dihapus, justru bertambah naik 125,53 hektare. Karena itu, Gus Fawait berpesan kepada masyarakat agar jangan sampai membaca data yang salah.
βSaya mendengar ada selentingan-selentingan di luar bahwa LP2B Pemkab Jember berkurang. Saya mohon dicek lagi datanya karena data yang saya tandatangani di era saya tahun 2025 justru ada kenaikan sebesar 327 hektare untuk lahan LP2B seluruh Kabupaten Jember,β katanya, Kamis, 28 Agustus 2025.
Gus Fawait mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya pada informasi yang tidak akurat mengenai data lahan pertanian di Jember.
Lebih jauh, Gus Fawait menegaskan, keberpihakan Pemkab Jember terhadap sektor pertanian tidak hanya dibuktikan dengan penambahan LP2B. Tetapi juga terkait pembangunan infrastruktur pertanian.
Gus Fawait menyebut Jember akan mendapatkan pembangunan jaringan irigasi untuk lahan seluas 724 hektare serta jaringan irigasi air tanah seluas 158 hektare pada tahun 2025. Pembangunan tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025.
Selain itu, di tahun pada yang sama juga akan dilakukan pembangunan irigasi tambahan di lokasi berbeda yang berdampak pada sawah seluas 2.007 hektare.
Tidak hanya itu, Pemkab Jember juga mendapatkan bantuan program P3-TGAI (Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi), akan ada 47 titik pekerjaan di Kabupaten Jember. P3-TGAI merupakan bantuan Pemprov Jatim yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Jawa Timur.
βJika dijumlahkan, total pembangunan infrastruktur pertanian pada 2025 akan berdampak langsung pada lahan sawah seluas 11.982 hektare. Capaian ini sebagai sejarah baru keberpihakan pemerintah daerah terhadap petani,β tambahnya.
Sementara itu, pada 2026 nanti, akan ada pembangunan infrastruktur pertanian berupa jaringan irigasi untuk 1.617 hektare serta jaringan irigasi air tanah untuk 78 hektare.
Tak hanya itu, Bupati Jember juga menyerahkan 52 unit alat pertanian kepada kelompok tani di wilayah setempat. Bantuan tersebut terdiri dari 30 unit traktor roda dua, 4 unit traktor roda empat, 15 unit rice transplanter, 3 unit combine harvester, serta sejumlah peralatan pertanian lainnya.
βJika anggaran tahun 2025 digabung dengan 2026, maka total nilainya setara dengan pembangunan infrastruktur pertanian selama 40 tahun terakhir. Target kami jelas, Jember harus kembali menjadi daerah dengan produktivitas padi terbesar di Jawa Timur,β pungkasnya.
Advertisement