Lima Jembatan di Situbondo Rusak dan Putus Diterjang Banjir Luapan Sungai
Banjir luapan sungai yang tidak mampu menampung guyuran hujan deras di Situbondo tidak hanya merendam enam ribuan rumah tersebar pada sembilan desa di lima kecamatan. Banjir luapan sungai terjadi Rabu 21Januari 2026 malam itu juga merusak lima jembatan di Situbondo.
Dua jembatan di Kecamatan Besuki dan tiga jembatan di Kecamatan Jatibanteng. Lima jembatan terletak di dua Kecamatan ini mengalami rusak berat akibat terjangan banjir luapan sungai.
Dua jembatan rusak di Kecamatan Besuki terletak di Desa Jetis dan Desa Besuki. Jembatan Limpas di Desa Jetis putus dan Jembatan Randu di Desa Besuki ambruk dinding penyangga jembatan.
Dua Jembatan Limpas di Desa Wringinanom, Kecamatan Jatibanteng putus total hingga membuat sebanyak 32 KK terisolir. Jembatan di ruas jalan Desa/Kecamatan Jatibanteng rusak pada bagian dua sayap penahan jembatan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Situbondo, Abdul Kadir Jailani mengatakan, paska banjir luapan sungai menerjang lima Kecamatan, PUPR melakukan pendataan dan asesmen kerusakan infrastruktur, salah satunya jembatan.
"Dari pendataan tim PUPR ada lima jembatan rusak berat. Kita segera lakukan perbaikan, terutama jembatan yang putus total. Juga mencari solusi dan alternatif agar jembatan rusak tidak sampai mengganggu aktivitas masyarakat," kata Abdul Kadir, Jumat 23 Januari 2026.
Kendati begitu, tambah dia, PUPR harus tetap mengikuti mekanisme dan prosedur sesuai aturan yang berlaku untuk perbaikan lima jembatan rusak berat. Karena, kerusakan lima jembatan menyebabkan kerugian ditaksir lebih tiga miliar rupiah.
"Tap yang jelas, kita akan secepatnya melakukan perbaikan semua jembatan yang rusak berat maupun yang putus total. Ini penting agar aktivitas masyarakat normal kembali," tandas mantan Sekretaris Dinas PUPR Situbondo itu.
Diberitakan sebelumnya, banjir luapan sungai setelah empat hari beruntun diguyur hujan deras menerjang lima kecamatan di Situbondo, Rabu 21 Januari 2026 malam. Banjir luapan sungai ini merendam enam ribuan rumah tersebar pada sembilan desa di lima kecamatan.