Dinkes Situbondo Ungkap Temuan 92 Kasus ILI Sepanjang September 2026
Dinas Kesehatan (Dinkes) Situbondo, Jawa Timur menemukan sebanyak 92 kasus penyakit mirip flu disebut influenza like illness (ILI) hingga pekan ketiga September 2026. Sembilan puluhan kasus penyakit ILI ini ditemukan pada 10 kecamatan di Situbondo.
Kepala Dinkes Situbondo, Dwi Herman Susilo mengatakan, penyakit ILI merupakan penyakit infeksi saluran pernafasan dengan gejala menyerupai penyakit flu atau influenza. Salah satunya gejala demam tinggi disertai batuk.
"Bedanya penyakit ILI ini ditandai gejala demam tinggi mencapai 38Β°C, batuk kering, sakit tenggorokan, lemas atau rasa lelah berlebihan, sakit kepala hingga menggigil, dan nyeri otot," kata Dwi Herman, Jumat 25 September 2026.
Temuan 92 kasus penyakit ILI ini, menurut dia, akumulasi kasus hingga pekan ke-37 pada 2026 atau dari pekan pertama Januari hingga pekan ketiga September 2026. Temuan kasus penyakit ILI dihimpun petugas kesehatan dari puskesmas dan rumah sakit di Situbondo.
"Temuan 92 kasus penyakit ILI hingga pekan ke-37 September 2026 ini tersebar pada 10 kecamatan. Yaitu, Kecamatan Arjasa, Banyuputih, Banyuglugur, Bungatan, Kapongan, Kendit, Mlandingan, Situbondo, Sumbermalang, dan Besuki, khususnya layanan Puskesmas Widoropayung," terangnya.
Dari sebaran kasus penyakit ILI di 10 kecamatan tersebut, lanjut Dwi Herman, Kecamatan Kendit mencatat jumlah kasus penyakit ILI terbanyak mencapai 14 kasus. Posisi berikutnya Kecamatan Kapongan yang mencapai 13 kasus penyakit ILI.
"Dinkes Situbondo mengimbau masyarakat meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) sebagai langkah pencegahan. Masyarakat juga harus rajin mencuci tangan, mengenakan masker ketika sedang sakit, dan menjaga daya tahan tubuh," imbau mantan Asisten III Pemkab Situbondo ini.
Meski begitu, Dwi Herman memastikan hingga saat ini Dinkes belum menemukan kasus penyakit influenza yang disebut super flu di Situbondo. Namun, pemantauan terhadap kasus penyakit ILI tetap dilakukan Dinkes melalui pembaruan data dari puskesmas dan rumah sakit.
"Ini dilakukan Dinkes untuk memantau perkembangan dan mengetahui kondisi penyebaran kasus penyakit ILI di Situbondo. Sehingga, memudahkan dalam penanganan dan pencegahannya," tandasnya.
Advertisement