Lebaran, 60 KK di Probolinggo Terisolasi Akibat Jembatan Putus
Sebanyak 60 kepala keluarga (KK) di Dusun Gilih, Desa Seboro, Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo, terisolasi akibat jembatan darurat yang putus diterjang banjir kiriman. Insiden ini terjadi sehari sebelum Lebaran (Idul Fitri), menghambat akses warga untuk bersilaturahmi dengan sanak saudara.
Jembatan darurat yang terbuat dari bambu itu hanyut diterjang banjir pada Minggu, 30 Maret 2025, sekitar pukul 16.00 WIB. Menurut Ustadz Sapik, tokoh masyarakat setempat, ini adalah kali keempat warga melakukan kerja bakti membangun jembatan darurat.
βKami terpaksa merayakan Lebaran di rumah masing-masing karena tidak bisa mengunjungi keluarga di luar dusun. Ini sangat berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya,β ungkapnya pada Senin, 31 Maret 2025.
Meski demikian, warga memilih pasrah dan tetap merayakan Idul Fitri dengan penuh kesabaran. Sementara itu, pembangunan jembatan semi permanen yang telah dimulai oleh Pemkab Probolinggo hingga kini belum rampung. Pekerjaan bahkan terhenti sepekan sebelum Lebaran, dengan material bangunan masih dibiarkan di lokasi proyek.
Para pekerja bangunan yang mayoritas berasal dari luar Kabupaten Probolinggo memilih mudik untuk merayakan Lebaran. Di sisi lain, jembatan bambu yang menjadi satu-satunya akses warga tidak mampu bertahan lama dan hanya berfungsi sekitar satu setengah bulan sebelum kembali putus diterjang banjir.
Kondisi ini membuat warga berharap pemerintah segera menyelesaikan pembangunan jembatan semi permanen agar mereka tidak terus-menerus terisolasi setiap kali bencana datang.
Advertisement