Lahan Pertanian di Kota Probolinggo Bertambah Menjadi 1492 Hektare
Di luar dugaan, lahan pertanian (sawah) di Kota Probolinggo semakin luas dan produksi padinya meningkat. Kini, Kota Probolinggo punya lahan pertanian seluas sekitar 1.4920 hektare (Ha) dengan sekitar 73 persen ditanami padi.
Hal tersebut terungkap saat Wakil Walikota Probolinggo, Ina Dwi Lestari, memimpin panen raya padi di persawahan Jalan Progo, Kelurahan Jrebeng Kulon, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo, Senin, 7 April 2025.
Di hari yang sama, Presiden Prabowo panen raya padi di 14 provinsi se-Indonesia.
Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan, dan Perikanan (Dispertahankan) Kota Probolinggo, Aries Santoso mengatakan, sejalan dengan program pemerintah pusat, Pemerintah Kota (Pemkot) Probolinggo telah melakukan berbagai upaya, salah satunya optimalisasi lahan.
Dikatakan upaya tersebut membuahkan hasil. Indikasinya, mana per April 2025 ini, ada peningkatan luasan lahan yang ditanami padi sebesar sekitar 73 persen.
Aries menerangkan, awalnya luas area padi di Kota Probolinggo sekitar 866 Ha. Tahun 2025, area padi meningkat signifikan menjadi 1.492 Ha.
"Dari segi produktivitas, juga meningkat sekitar 0,1 persen. Sebelumnya produksi padi hanya 8,8 ton per hektare kini menjadi 8,9 ton per hektare," katanya.
Dengan capaian ini, Dispertahankan terus melakukan penyuluhan dan sosialisasi kepada kelompok petani untuk memaksimalkan lahan perkotaan yang memang terbatas untuk pertanian.
Terkait alih fungsi lahan di Kota Probolinggo, Aries mengatakan, mengupayakan perlindungan pada Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).
"Bahkan Perwalinya telah diterbitkan tahun 2024, sebagai upaya untuk mengendalikan lahan pertanian di Kota Probolinggo," pungkas Aries.