Kontroversi Puasa Bulan Rajab, Pahami Penjelasan Ulama
Selalu setiap masuk bulan Rajab Ada perdebatan soal puasa Rajab. Puasa sunnah ini sangat dianjurkan KH Maimoen Zubair (almaghfurlah) dan ulama pesantren umumnya.
Namun mereka yang berpandangan berbeda justru mengatakan bid'ah. Lalu bagaimana dasar para ulama pesantren dalam soal ini.
Ya, memang. Tiap tahun masih saja ada pihak yang mempersalahkan amaliyah warga Ahlussunnah wal Jamaโah an-Nahdliyyah. Salah satunya adalah hukum dari Puasa Rajab.
Umat Islam Indonesia dan dunia telah memasuki bulan Rajab. Banyak pihak yang masih suka mempersalahkan keabsahan dalil dari puasa Rajab. Mereka menyebarkan broadcast ke berbagai media, khususnya media sosial berupa aplikasi chatting seperti whatsapp, line dan lain sebagainya.
Berikut uraian Ust Faris Khoirul Anam dari Malang. Semoga menjadi hujjah yang makin menguatkan semangat beribadah di bulan Rajab bagi kita dan umat Islam umumnya. Dia adalah satu dewan pakar dari Aswaja NU Center Jatim.
1. Mengamalkan Puasa Rajab sebagai bagian dari Bulan-Bulan Mulia (Asyhurul Hurum): YES!
2. Mengamalkan puasa karena kekhususan Bulan Rajab:
a. Mengamalkan hadits palsu (maudhuโ): NO!
b. Mengamalkan hadits dhaโif dan memenuhi syarat-syaratnya: YES!
Kesimpulan tersebut berdasarkan beberapa keterangan, yaitu:
Pertama, terdapat hadits yang menjelaskan tentang puasa di Bulan-Bulan Mulia (Dzul Qaโdah, Dzul Hijjah, Muharram, Rajab). Misalnya adalah hadits berikut:
ุนู ุฃุจู ู ุฌูุจุฉ ุงูุจุงููู ุฃู ุงููุจู ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู ูุงู ูู: ุตู ู ู ุงูุญููุฑูู ูุงุชุฑูุ ุตู ู ู ุงูุญุฑู ูุงุชุฑู. (ุฑูุงู ุฃุญู ุฏ ูุฃุจู ุฏุงูุฏ)
Diriwayatkan dari Abu Mujibah al-Bahili bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda kepadanya, โBerpuasalah dari bulan-bulan mulia dan tinggalkan, berpuasalah dari bulan-bulan mulia dan tinggalkan.โ (HR. Ahmad dan Abu Dawud)
Komentar Hadits
Mengomentari hadits ini, al-Hafizh Ibnu Hajar mengatakan bahwa Puasa Rajab sebagai bagian dari Bulan-Bulan Mulia adalah amaliah yang disyariatkan. Bahkan Rajab adalah bulan mulia yang paling utama. Orang yang mengatakan bahwa hadits-hadits tentang Rajab semuanya palsu, termasuk hadits tentang puasa di bulan-bulan mulia ini, maka dia telah membuat kedustaan dan harus bertaubat.
Imam Ibnu Hajar menjelaskan:
ููุชูุฃูู ูููู ุฃูู ูุฑููู โ ุตููููู ุงูููููู ุนููููููู ููุณููููู ู โ ุจูุตูููู ู ุงููุฃูุดูููุฑู ุงููุญูุฑูู ู ููู ุงูุฑููููุงููุฉู ุงููุฃููููู ููุจูุงูุตููููู ู ู ูููููุง ููู ุงูุฑููููุงููุฉู ุงูุซููุงููููุฉู ุชูุฌูุฏูู ููุตููุง ููู ุงููุฃูู ูุฑู ุจูุตูููู ู ุฑูุฌูุจ ุฃููู ุจูุงูุตููููู ู ู ูููููุ ููุฃูููููู ู ููู ุงููุฃูุดูููุฑู ุงููุญูุฑูู ู ุจููู ูููู ู ููู ุฃูููุถูููููุง ูููููููู ููุฐูุง ุงููุฌูุงูููู ุฅููู ุฃูุญูุงุฏููุซู ุตูููู ู ุฑูุฌูุจ ู ูููุถููุนูุฉู ุฅูู ุฃูุฑูุงุฏู ุจููู ู ูุง ููุดูู ููู ุงููุฃูุญูุงุฏููุซู ุงูุฏููุงูููุฉู ุนูููู ุตูููู ููู ุนูู ููู ูุง ููุฎูุตููุตูุง ููููุฐูุจู ู ููููู ููุจูููุชูุงู ููููููุชูุจู ุนููู ุฐูููููุ ููุฅููููุง ุนูุฒููุฑู ุนููููููู ุงูุชููุนูุฒููุฑู ุงููุจููููุบู ููุนูู ู. (ุงููุชุงูู ุงูููููุฉ ุงููุจุฑู: 2/ 54)
โPerhatikanlah perintah Nabi SAW untuk berpuasa pada bulan-bulan mulia pada riwayat pertama dan untuk berpuasa di antaranya pada riwayat kedua. Anda mendapati nas berupa perintah untuk berpuasa Rajab atau berpuasa di antara harinya. Hal itu karena Rajab termasuk bagian bulan-bulan mulia, bahkan yang paling utama di antara bulan mulia lainnya. Lalu, orang bodoh ini mengatakan bahwa hadits-hadits tentang Rajab semuanya palsu. Jika ia mengatakan itu dengan tujuan memasukkan hadits-hadits perintah untuk melaksanakan puasa Rajab secara umum atau secara khusus, maka itu adalah kedustaan dan kebohongan darinya. Dia harus bertaubat. Jika tidak mau, dia harus dihukum takzir dengan berat.โ (al-Fatawa al-Fiqhiyyah al-Kubra, Vol 2, 54)
Kedua, memang terdapat hadits palsu tentang bulan Rajab. Namun pengamalan Puasa Rajab oleh para ulama tidak didasarkan pada hadits-hadits palsu itu. Dijelaskan dalam al-Fatawa al-Kubra, Vol 2, 54:
ุฑููููู ููู ููุถููู ุตูููู ููู ุฃูุญูุงุฏููุซู ููุซููุฑูุฉู ู ูููุถููุนูุฉูุ ููุฃูุฆูู ููุชูููุง ููุบูููุฑูููู ู ููู ู ููุนูููููููุง ููู ููุฏูุจู ุตูููู ููู ุนูููููููุง ุญูุงุดูุงููู ู ู ููู ุฐููููู. ุงููุชุงูู ุงูููููุฉ ุงููุจุฑู (2/ 54)
โTentang keutamaan puasa Rajab, telah diriwayatkan hadits-hadits palsu yang banyak. Namun para ulama kita tidak berpendapat tentang keutamaan Puasa Rajab berdasarkan hadits-hadits palsu itu. Mereka tidak mungkin melakukan hal itu.โ
Ketiga, terdapat beberapa hadits lemah (dhaโif) tentang Puasa Rajab. Namun hadits tersebut dapat diamalkan karena puasa Rajab merupakan Ibadah-Ibadah Tambahan (Fadhail al-Aโmal).
Diterangkan dalam al-Fatawa:
(ููุณูุฆููู) ููููุนู ุงูููููู ุจููู ุนููู ุญูุฏููุซ ยซุฅููู ููู ุงููุฌููููุฉู ููููุฑูุง ููููุงูู ูููู ุฑูุฌูุจู ู ูุงุคููู ุฃูุดูุฏูู ุจูููุงุถูุง ู ููู ุงููููุจููู ููุฃูุญูููู ู ููู ุงููุนูุณููู ู ููู ุตูุงู ู ููููู ูุง ู ููู ุฑูุฌูุจู ุณูููุงูู ุงูููููู ู ููู ุฐููููู ุงููููููุฑูยป ููุญูุฏููุซู ยซู ููู ุตูุงู ู ู ููู ููููู ุดูููุฑู ุงููุฎูู ููุณู ููุงููุฌูู ูุนูุฉู ููุงูุณููุจูุชู ููุชูุจู ูููู ุนูุจูุงุฏูุฉู ุณูุจูุนูู ูุงุฆูุฉู ุณูููุฉูยป ููุญูุฏููุซู ยซู ููู ุตูุงู ู ููููู ูุง ู ููู ุฑูุฌูุจู ููุงูู ููุตูููุงู ู ุดูููุฑูุ ููู ููู ุตูุงู ู ู ููููู ุณูุจูุนูุฉู ุฃููููุงู ู ุฃูุบูููููุชู ุนููููู ุฃูุจูููุงุจู ุฌููููููู ู ุงูุณููุจูุนูุฉู ููู ููู ุตูุงู ู ู ููููู ุซูู ูุงููููุฉู ุฃููููุงู ู ููุชูุญูุชู ูููู ุฃูุจูููุงุจู ุงููุฌููููุฉู ุงูุซููู ูุงููููุฉูุ ููู ููู ุตูุงู ู ู ููููู ุนูุดูุฑูุฉู ุฃููููุงู ู ุจูุฏููููุชู ุณููููุฆูุงุชููู ุญูุณูููุงุชูยป ูููู ูููู ู ูููุถููุนูุฉู ุฃูู ู ููุงุ
(ููุฃูุฌูุงุจู) ุจููููููููู ููููุณูุชู ู ูููุถููุนูุฉู ุจููู ุถูุนููููุฉู ููุชูุฌููุฒ ุฑูููุงููุชูููุง ููุงููุนูู ููู ุจูููุง ููู ุงููููุถูุงุฆููู ููุงูู ุงููุญูุงููุธู ุงุจููู ุญูุฌูุฑู ููู ุงููุฃูููููู ููููุณู ููู ุฅุณูููุงุฏููู ู ููู ููููุธูุฑู ููู ุญูุงูููู ุณูููู ู ูููุตููุฑู ุงููุฃูุณูุฏูููู ููููุฏู ุฑูููู ุนููููู ุฌูู ูุงุนูุฉู ูููููู ููู ู ุฃูุฑู ููููู ุชูุนูุฏููููุง ููููุฏู ุฐูููุฑููู ุงูุฐููููุจูููู ููุถูุนูููููู ุจูููุฐูุง ุงููุญูุฏููุซู ููููุงูู ููู ุงูุซููุงููู ูููู ุทูุฑููู ุจูููููุธู ุนูุจูุงุฏูุฉู ุณูุชููููู ุณูููุฉู ูููููู ุฃูุดูุจููู ููู ูุฎูุฑูุฌู ุฃูุญูุณููู ููุฅูุณูููุงุฏููู ุฃูุดูุฏูู ู ููู ุงูุถููุนูููู ููุฑููุจู ู ููู ุงููุญูุณููู ููุงูุซููุงููุซู ูููู ุทูุฑููู ููุดูููุงููุฏู ุถูุนููููุฉู ููุฑูุชูููู ุจูููุง ุนููู ูููููููู ู ูููุถููุนูุงุ ููุงููููููู ุฃูุนูููู ู. ุงููุชุงูู ุงูููููุฉ ุงููุจุฑู (2/ 86)
Beliau (Ibnu Hajar) โ semoga Allah memberikan kemanfaatan untuk beliau โ ditanya tentang hadits (yang artinya): โSesungguhnya di surga terdapat sungai bernama Rajab. Airnya lebih putih dari susu, lebih manis dari madu. Barangsiapa berpuasa satu hari dari Bulan Rajab maka Allah akan memberinya air minum dari sungai itu.โ Beliau juga ditanya tentang hadits (yang artinya): โBarangsiapa berpuasa hari Kamis, Jumโat, Sabtu, setiap bulan, maka dicatat untuknya ibadah 700 tahun.โ Demikian pula beliau ditanya tentang hadits (yang artinya): โBarangsiapa berpuasa satu hari di bulan Rajab, seakan dia berpuasa satu bulan. Barangsiapa berpuasa tujuh hari, tujuh pintu neraka Jahanam dikunci untuknya. Barangsiapa berpuasa delapan hari, delapan pintu surga dibuka untuknya. Barangsiapa berpuasa sepuluh hari, keburukannya diganti dengan kebaikan.โ
Hadits-hadits itu palsu atau tidak?
Imam Ibnu Hajar menjawab, โHadits-hadits itu tidak palsu (maudhuโ), namun lemah (dhaโif). Maka periawayatan dan pengamalannya boleh untuk ibadah-ibadah tambahan (fadhail al-aโmal). (al-Fatawa al-Fiqhiyyah al-Kubra, Vol 2, 86)
Secara rinci, Imam Ibnu Hajar menjelaskan bahwa hadits pertama dhaโif, hadits kedua lebih kuat dari dhaโif atau mendekati hasan, sementara hadits ketiga memiliki jalur-jalur periwayatan lain yang juga dhaโif, sehingga tidak dapat dihukumi sebagai hadits palsu.
ููุงูู ุงููุญูุงููุธู ุงุจููู ุญูุฌูุฑู ููู ุงููุฃูููููู ููููุณู ููู ุฅุณูููุงุฏููู ู ููู ููููุธูุฑู ููู ุญูุงูููู ุณูููู ู ูููุตููุฑู ุงููุฃูุณูุฏูููู ููููุฏู ุฑูููู ุนููููู ุฌูู ูุงุนูุฉู ูููููู ููู ู ุฃูุฑู ููููู ุชูุนูุฏููููุง ููููุฏู ุฐูููุฑููู ุงูุฐููููุจูููู ููุถูุนูููููู ุจูููุฐูุง ุงููุญูุฏููุซู ููููุงูู ููู ุงูุซููุงููู ูููู ุทูุฑููู ุจูููููุธู ุนูุจูุงุฏูุฉู ุณูุชููููู ุณูููุฉู ูููููู ุฃูุดูุจููู ููู ูุฎูุฑูุฌู ุฃูุญูุณููู ููุฅูุณูููุงุฏููู ุฃูุดูุฏูู ู ููู ุงูุถููุนูููู ููุฑููุจู ู ููู ุงููุญูุณููู ููุงูุซููุงููุซู ูููู ุทูุฑููู ููุดูููุงููุฏู ุถูุนููููุฉู ููุฑูุชูููู ุจูููุง ุนููู ูููููููู ู ูููุถููุนูุงุ ููุงููููููู ุฃูุนูููู ู
โal-Hafizh Ibnu Hajar mengatakan tentang hadits pertama bahwa dalam sanadnya tidak ada yang dapat dikaji personifikasinya kecuali Manshur al-Asadi. Sekelompok ulama meriwayatkan hadits darinya, namun tidak ada yang men-taโdil. Al-Zhahabi menghuminya dhaโif dengan hadits ini. Tentang hadits kedua, ia memiliki banyak jalur periwayatan dengan redaksi โibadah 60 tahunโ. Redaksinya lebih mirip, statusnya lebih baik, dan sanadnya lebih kuat dari dhaโif, dekat pada status hadits hasan. Hadits kedua memiliki jalur-jalur periwayatan lain yang juga dhaโif, sehingga dapat naik derajatnya, tidak dapat dihukumi sebagai hadits palsu. Wallahu aโlamโ
Lebih lanjut, ulama ahli hadits bermadzhab Syafiโi itu menyebut orang yang mengingkari pengamalan Puasa Rajab karena haditsnya dhaโif adalah orang bodoh yang tertipu. Beliau menjelaskan:
ููููุฏู ุชูููุฑููุฑู ุฃูููู ุงููุญูุฏููุซู ุงูุถููุนูููู ููุงููู ูุฑูุณููู ููุงููู ูููููุทูุนู ููุงููู ูุนูุถูููุ ููุงููู ูููููููู ููุนูู ููู ุจูููุง ููู ููุถูุงุฆููู ุงููุฃูุนูู ูุงูู ุฅุฌูู ูุงุนูุง ููููุง ุดูููู ุฃูููู ุตูููู ู ุฑูุฌูุจู ู ููู ููุถูุงุฆููู ุงููุฃูุนูู ูุงูู ููููููุชูููู ููููู ุจูุงููุฃูุญูุงุฏููุซู ุงูุถููุนููููุฉู ููููุญูููููุง ููููุง ููููููุฑู ุฐููููู ุฅูููุง ุฌูุงูููู ู ูุบูุฑููุฑู. ุงููุชุงูู ุงูููููุฉ ุงููุจุฑู (2/ 54)
โDapat ditetapkan bahwa hadits dhaโif, mursal, munqathiโ, muโdhal, dan mauquf, sesuai kesepakatan para ulama dapat diamalkan pada ibadah-ibadah tambahan (fadhail al-aโmal). Tak diragukan bahwa Puasa Rajab termasuk ibadah-ibadah tambahan, maka pengamalannya cukup berdasarkan hadits-hadits dhaโif dan sejenisnya. Orang yang mengingkari hal itu adalah orang bodoh yang tertipu.โ (al-Fatawa al-Kubra, Vol 2, 54)
Wallahu aโlam
Ust Faris Khoirul Anam
Sumber:
https://aswajanucenterjatim.or.id/kesimpulan-kontroversi-puasa-rajab.html
Advertisement